Perusahaan Terkaya di Dunia Sepanjang Sejarah, Bukan Microsoft atau Apple?

Membahas isu-isu yang lagi viral
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Viral tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seberapa kaya sih Microsoft Corporation hingga disebut sebagai perusahaan paling sultan sejagat saat ini lantaran disebut memiliki kekayaan lebih dari Rp35 ribu triliun.
Namun, perlu diketahui, perusahaan yang didirikan oleh Bill Gates dan Paul Allen ini ternyata bukanlah paling kaya sejagat yang pernah ada. Lalu, apa perusahaan terkaya di dunia yang pernah ada sepanjang sejarah?
Nah, berikut tiga perusahaan paling kaya di dunia.
3. Microsoft Corporation (MSFT)
Microsoft Corporation (MSFT) adalah perusahaan yang menempati peringkat ketiga paling kaya di dunia. Perusahaan yang bergerak dalam penjualan perangkat lunak hingga layanan internet ini dilaporkan memiliki kekayaan USD2,21 triliun atau sekitar Rp31.929 triliun.
Perusahaan yang sukses dengan produk Microsoft Windows ini dikabarkan meraih pendapatan USD143 miliar pada 2021 dan memiliki karyawan sebanyak 166.475 orang.
2. Apple Incorporation (APPL)
Apple Incorporation merupakan perusahaan paling kaya kedua di dunia. Perusahaan yang didirikan oleh Steve Jobs, Steve Wozniak, dan Ronald Wayne ini dilaporkan memiliki kekayaan USD2,75 triliun atau sekitar Rp39.770 triliun.
Perusahaan yang berdiri pada 1976 ini disebut meraih pendapatan USD275 miliar pada 2021. Perusahaan yang bergerak di penjualan perangkat elektronik dan perangkat lunak komputer tersebut menempati peringkat kedua sebagai perusahaan terkaya di dunia.
Dilaporkan iPhone, PC, hingga tablet menjadi produk paling laris dan sukses di pasar dunia hingga perusahaan ini meraih keuntungan triliunan rupiah per tahun.
1. Verenigde Oost-Indische Compagnie (VOC)
Verenigde oost-indische compagnie atau VOC disebut-sebut sebagai perusahaan paling kaya di dunia yang pernah ada. Perusahaan milik Belanda ini pada puncaknya dulu memiliki kekayaan USD7,9 triliun atau sekitar lebih dari Rp110.600 triliun jika dikonversikan dengan nilai rupiah saat ini.
Kekayaan perusahaan ini berasal dari rempah-rempah atau kekayaan alam Indonesia yang kala itu masih bernama Hindia-Belanda. Selama masa penjajahan, pemerintah Belanda disebut telah menargetkan kekayaan alam di Tanah Air untuk digerus hingga membuat rakyat Indonesia melarat.
Pada 1620 hingga 1630, VOC mendapatkan keuntungan hingga ratusan triliun rupiah selama berbisnis rempah-rempah dan merebut kekayaan alam dari negeri yang dijajah mereka, termasuk Indonesia. Hingga kemudian perusahaan ini pun makin memperluas bisnisnya ke berbagai negara Asia dan Eropa.
Kekayaan VOC pada puncaknya saat itu yang mencapai lebih Rp110 triliun itu ternyata tidak sebanding dengan nilai kekayaan perusahaan Apple dan Microsoft saat ini. Jika digabungkan, dua perusahaan raksasa tersebut hanya mencapai kekayaan Rp71.699 triliun.
Bahkan, jika digabungkan juga dengan perusahaan hebat lainnya seperti Amazon yang memiliki kekayaan Rp22.922 triliun dan Tesla senilai Rp12.584 triliun juga belum mampu menandingi kekayaan VOC.
Jika digabungkan, keempat perusahaan ini memiliki jumlah kekayaan Rp107.205 triliun, masih di bawah VOC yang kala itu memiliki kekayaan senilai Rp110.600 triliun dari bisnis rempah-rempah yang mereka gerus dari negara yang dijajah. (fre)
