Plus-Minus Sekolah Menggunakan Seragam Menurut Ahli

Membahas isu-isu yang lagi viral
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Viral tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Beberapa negara menerapkan penggunaan seragam buat para pelajar di sekolah, salah satunya Indonesia. Tentunya, peraturan penggunaan seragam memiliki kelebihan dan kekurangannya.
Sebelumnya diketahui, mengutip dari BBC, penggunaan seragam terstandarisasi pertama kali di Inggris, tercatat pada 1222 silam. Ketika itu, Uskup Agung Canterbury mewajibkan para murid menggunakan seragam seperti jubah yang disebut cappa clausa.
Kemudian, baru di abad 16 seragam sekolah modern mulai diperkenalkan, tepatnya di Inggris ketika para murid dari sekolah yang didanai badan amal menggunakan seragam biru seperti pendeta, dilengkapi stoking kuning.
Tradisi menggunakan seragam di sekolah pun kemudian menyebar dan hingga kini masih di pertahankan oleh banyak negara. Berangkat dari sana, berikut plus dan minus penggunaan seragam sekolah menurut ahli dari Britannica
Plus
Mengurangi tingkat kejahatan dan meningkatkan keamanan pelajar
Pelajar lebih fokus pada pendidikan
Menciptakan kesetaraan di antara pelajar, mengurangi tekanan dan perundungan
Meningkatkan rasa bangga terhadap sekolah, persatuan, dan semangat masyarakat
Meningkatkan angka kehadiran serta kedisiplinan
Menghemat waktu karena lebih mudah diterapkan
Mengurangi potensi terbentuknya geng
Mempermudah persiapan ke sekolah sehingga meningkatkan ketepatan waktu
Menghemat pengeluaran orang tua
Kebijakan yang didukung kebanyakan orang tua dan sekolah
Kebebasan berekspresi tetap berlangsung dengan baik
Murid dipandang lebih positif oleh guru dan masyarakat
Minus
Membatasi kebebasan berekspresi
Condong konformitas ketimbang individualitas
Tidak menghentikan perundungan dan meningkatkan potensi kekerasan.
Tidak ada bukti meningkatkan hasil akademis
Menekankan perpecahan sosial-ekonomi yang seharusnya dihilangkan
Kebanyakan tidak disukai pelajar
Bisa merugikan citra sebagian individu pelajar
Mengalihkan perhatian dari mencari solusi pemecahan masalah pendidikan
Lebih didorong kepentingan komersial ketimbang pendidikan
Orang tua seharusnya lebih bebas menentukan apa yang seharusnya dipakai anak
Menambah pengeluaran pendidikan
Menghambat transisi pelajar menjadi dewasa
(bob)
