Konten dari Pengguna

Punya Kelainan Gen, Bocah Ini Sudah Berotot Bak Binaragawan sejak Usia 3 Tahun

Berita Viral

Berita Viral

Membahas isu-isu yang lagi viral

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Viral tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Liam Hoekstra memiliki tubuh berotot sejak usia 3 tahun karena kelainan genetika. Foto: istimewa.
zoom-in-whitePerbesar
Liam Hoekstra memiliki tubuh berotot sejak usia 3 tahun karena kelainan genetika. Foto: istimewa.

Liam Hoekstra lahir dengan berbeda dengan bocah seumurannya. Ketika bocah-bocah lain punya tubuh yang normal, Liam justru memiliki tubuh berotot seperti binaragawan sejak usia 3 tahun.

Liam lahir pada 2005 di Michigan, Amerika Serikat. Orang tuanya sudah menemukan sesuatu yang berbeda dengan putra mereka.

Dikutip dari Scary Symtoms, Liam di usia dua hari setelah lahir sudah mampu berdiri dengan bantuan ibu atau ayahnya. Di usia 8 tahun, Liam juga sudah bisa berjalan naik dan turun tangga, bahkan pull up.

Pada usia 3 tahun, Liam kecil juga sudah mampu mengangkat perabotan di rumah yang bahkan bagi orang dewasa akan kesulitan. Selain itu, tubuh Liam juga mulai menunjukkan otot-otot yang kekar, bak seorang binaragawan profesional.

Orang tua Liam yang bingung dengan pertumbuhan anaknya kemudian membawa ke dokter. Dari hasil pemeriksaan, dokter menyatakan bahwa Liam memiliki kelainan genetika. Yakni tubuhnya tidak memproduksi protein Myostatin.

Kondisi itu membuat Liam memiliki otot 40 persen lebih banyak dari anak-anak sesusianya.

Otot-otot itu terus tumbuh seiring pertumbuhan tubuhnya. Namun karena Liam terbukti lebih kuat 85 persen dari kebanyakan anak, dia tetap membutuhkan terapi.

Dihimpun dari berbagai sumber, Myostatin sendiri dikenal sebagai faktor diferensiasi pertumbuhan 8, disingkat GDF-8. GDF-8 adalah protein yang pada manusia dikodekan oleh gen MSTN.

Myostatin adalah faktor diferensiasi pertumbuhan yang disekresikan merupakan anggota dari keluarga beta-protein TGF. Ia menghambat diferensiasi dan pertumbuhan otot dalam proses yang dikenal sebagai myogenesis.

embed from external kumparan

Myostatin diproduksi terutama di sel otot rangka, bersirkulasi dalam darah, dan bekerja pada jaringan otot dengan mengikat reseptor.

Kekurangan myostatin dapat meyebabkan peningkatan pertumbuhan otot. Hal itu yang dialami Liam sehingga memiliki otot lebih banyak dari anak-anak seusianya.

Apa yang dialami Liam tentu saja menari perhatian publik. Ketika diposting kembali oleh akun @faktaunikunik di Instagram, beragam komentar dicetuskan warganet.

"Kelainan yang istimewa," kata @absidk_.

"Auto gaada yg berani macam macam," timpal @xarc45tix.

"Tanpa ngejim tanpa olah raga badan sispek," tambah @fadlan_banu_sabrain. (ace)