Sederet Kesuksesan yang Diukir Erick Thohir hingga Jadi Menteri BUMN

Membahas isu-isu yang lagi viral
Tulisan dari Berita Viral tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Erick Thohir, nama yang kini sudah tak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Sejak kemunculannya hingga kiprahnya sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) periode 2019-2024.
Ia juga salah satu sosok dibalik kesuksesan Asian Games yang digelar di Indonesia pada 2018 lalu. Kemudian dalam masa penanganan Covid-19 ini, Erick Thohir ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo sebagai Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional pada Juli lalu.
Atas penunjukan itu, ia sering memberikan kabar kelangsungan penanganan Covid-19. Termasuk kesiapan untuk mendistribusikan vaksin Covid-19 yang diimpor dari China.
Sosok Erick kerap diberikan kepercayaan untuk menjabat posisi penting. Hal ini tentu melihat track record seorang Erick Thohir selama menjadi pengusaha sukses. Selain itu, ketertarikannya pada bidang bisnis, media, dan olahraga membuatnya menorehkan beberapa prestasi dalam bidang tersebut.
Misalnya saja pada tahun 2006-2010, Erick dipercaya sebagai ketua umum Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi). Erick juga pernah menjadi Presiden Asosiasi Bola Basket Asia Tenggara (SEABA) untuk dua periode.
Sepak terjang itu membuat Erick dilihat sebagai sosok yang berdedikasi. Tentunya, hasil itu tidak didapatkannya secara cuma-cuma. Dari kecil, Erick yang lahir di Jakarta pada 30 Mei 1970 itu adalah sosok yang cerdas dan pekerja keras.
Ia lahir dari keluarga konglomerat. Ayahnya adalah Teddy Thohir, salah satu pemilik Astra International tbk. Meski begitu, sang ayah tak mengizinkan Erick Thohir untuk menjalankan bisnis keluarganya.
Erick Thohir menempuh pendidikan sarjana, jurusan periklanan di Glendale University, Amerika Serikat. Tidak berhenti sampai di situ saja, ia kemudian melanjutkan kuliahnya di jurusan Administrasi Bisnis National University California hingga lulus dan mendapat gelar master di tahun 1993.
Setelah lulus, Erick sempat membantu mengurus bisnis keluarganya, namun tak diperkenankan oleh sang ayah. Kemudian, Erick memulai usaha bersama teman-temannya. Langkah awalnya yaitu mendirikan Mahaka Group, perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan, keuangan dan media. Pada tahun 2000-an, Mahaka membangun Radio One dan berhasil mengakuisisi harian Republika yang tengah didera krisis keuangan. Selain itu, Mahaka juga menaungi beberapa radio seperti GenFM Jakarta, GenFM Surabaya, JakFM, Kis FM, dan MustangFM.
Atas keberhasilan itu, ia tercatat sebagai pengusaha yang pintar berbisnis. Hal ini dibuktikan dengan keputusannya untuk membeli saham Inter Milan, salah satu klub sepak bola besar di Italia sebesar 5,3 triliun rupiah.
Berkat itu, Erick menjadi pemegang saham terbesar Inter Milan yaitu sebesar 70%. Tidak hanya itu, Erick lantas diangkat menjadi Presiden Inter Milan pada tahun 2013 menggantikan Massimo Moratti yang telah menjabat selama 18 tahun di Inter Milan. Namun, setelah itu Suning Group, sebuah perusahaan China membeli kepemilikan saham mayoritas Inter Milan dari Erick Thohir.
Selain membeli saham Inter Milan, Erick juga tercatat memiliki saham di klub sepak bola Amerika, D.C. United. Berkat pengambilalihan saham ini membuat nama Erick Thohir tercatat sebagai orang Asia pertama yang memiliki Tim Basket NBA setelah sebelumnya ia juga pernah menjadi pemilik klub bola basket NBA Philadelphia 76ers. Namun, pada Agustus 2018, Erick Thohir memilih melepas semua saham kepemilikannya di D.C United.
Meski sepak terjangnya banyak melalangbuana sampai luar negeri, Erick juga melebarkan bisnisnya di Indonesia. Di dalam negeri, Erick menjadi pemegang saham di klub sepak bola Persib Bandung. Atas kepiawaiannya di bidang bisnis, hingga saat ini, Erick memiliki kekayaan sebanyak 2,31 triliun rupiah menurut data LHKPN.
(mon)
