Konten dari Pengguna

Tahukah Kamu, Ada Miras Berkualitas Tinggi yang Terbuat dari Tahi Gajah

Berita Viral

Berita Viral

Membahas isu-isu yang lagi viral

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Viral tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Miras dari kotoran gajah. (Foto: Oddity Central)
zoom-in-whitePerbesar
Miras dari kotoran gajah. (Foto: Oddity Central)

Sebuah merek minuman keras (miras) gin premium asal Afrika Selatan (Afsel) baru-baru ini menuai sorotan. Pasalnya, miras tersebut menggunakan bahan dasar yang tidak biasa, yakni kotoran gajah.

Mengutip dari Oddity Central, minuman keras berjenis gin asal Afsel tersebut bernama Indlovu. Semua berawal dari dua mantan ilmuwan biologi profesional Inggris, Paula dan Les Ansley, pindah ke Afsel guna berkontribusi terhadap upaya konservasi wilayah sekitar.

Juga punya tujuan untuk mendukung kehidupan masyarakat setempat, tak ada dari mereka yang menyangka kotoran gajah punya peran besar terhadap rencana itu. Adapun sebabnya, kini mereka menjalankan penyulingan dengan tanaman yang diambil dari kotoran gajah.

Miras dari kotoran gajah. (Foto: Oddity Central)

Tanaman tersebut digunakan untuk membuat miras gin Indlovu, minuman unik yang disebut punya rasa tak terduga. Ide unik pembuatan minuman alkohol tersebut didapat Paula dan Les Ansley ketika berkunjung ke cagar hewan di Afrika Selatan.

Kala itu, diceritakan oleh seorang penjaga, gajah begitu memerhatikan makanan yang mereka santap. Karenanya, para gajah diketahui hanya menyerap kurang dari separuh santapan mereka, sisanya dari makanan nabati utuh dalam kotoran.

Merupakan seorang pecinta gin--minuman beralkohol dari hasil fermentasi serealia yang diberi aroma buah pohon juniper dan melalui proses distilasi--Les kemudian kepikiran untuk membuat gin dengan rasa unik.

Meski di awal tak ada dari Paula dan Les yang punya pengalaman melakukan penyulingan, keduanya tetap datang dengan rencana untuk membuat miras berkualitas tinggi, yakni dengan mencari serta menggunakan kotoran gajah sebagai bahan.

Miras dari kotoran gajah. (Foto: Oddity Central)

“Kami menghubungi Botlierskop dan kami bilang ‘apakah kamu bisa mengirimkan kami kotoran gajah?’ dijawab dengan ‘Ya, tentu, tak masalah,’ dan mereka pun mengirimkan beberapa kotoran gajah dan kami mulai mencari cara menyiapkannya,” ujar Les.

Pertama, kotoran gajah dikeringkan terlebih dahulu, lalu melalui proses sterilisasi. Tak sampai di sana, kotoran tersebut juga kudu dibilas, kemudian kembali dikeringkan hingga akhirnya dimasukkan ke dalam gin klasik berbahan ketumbar dan aroma kayu juniper.

Ekstrak makanan dari kotoran gajah berupa akar, rumput, buah, dan kulit kayu, juga lidah buaya, serta akasia menambah cita rasa minuman keras itu. Per botol ginnya, koordinat GPS diberikan untuk memeriksa dari mana dan kapan kotoran tersebut dikumpulkan.

“Tergantung dari mana kami dapat tumbuhannya atau dari kotoran gajah mana tanaman tersebut dikumpulkan. Akan berpengaruh sedikit ke rasa gin,” kata Les Ansley.

video youtube embed

Setelah melalui beberapa tahap, mereka akhirnya sukses memproduksi produk pertama pada November 2019 sillam. Gin tersebut juga sampai dijual di berbagai negara, khususnya negara-negara Afrika dan Eropa.

Tanggapan konsumen pun beragam lantaran bahan dasar miras viral tersebut kontroversial. Namun, disampaikan oleh Les, banyak dari mereka yang telah mencobanya merasa puas dengan rasa gin kotoran gajah itu.

“Rasanya agak tanah ke rumput-rumputan. Kami sadar bila membuat gin dari kotoran, kami mesti membuatnya dengan mantap,” sebut Les.

Keuntungan yang didapat dari perusahaan mereka usai menjual minuman keras berbahan dasar kotoran gajah tersebut, 15 persen di antaranya disumbangkan untuk Africa Foundation, sebuah lembaga konservasi gajah. (bob)