Terkuak Penampakan Cara Menulis Surat Tahun 1800-an

Membahas isu-isu yang lagi viral
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Viral tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebelum harga dan ongkos kirimnya terjangkau, ada cara menulis surat dengan memanfaatkan kertas semaksimal mungkin. Belakangan, penampakan surat dengan cara menulis tersebut pun terkuak dan saking rumitnya jadi bikin pusing.
Mengutip dari Oddity Central, cara menulis surat yang bila dilihat pada masa sekarang terbilang begitu unik itu terjadi di era 1800-an akhir sampai awal 1900-an. Ketika itu, harga kertas untuk menulis surat dijual sangat mahal.
Alhasil, orang-orang mengembangkan teknik memanfaatkan kertas semaksimal mungkin, disebut cross-writing (tulisan menyilang). Menggunakan cara tersebut, tulisan pun jadi tampak rumit untuk dibaca.
Beberapa pameran yang memperlihatkan surat-surat dengan teknik cross-writing, daripada dikatakan seperti surat, lebih cocok dianggap teka-teki untuk dipecahkan.
Teknik penulisan cross-writing sendiri dimulai dengan cara normal seperti biasa. Hanya, ketika sudah mencapai ujung kertas, alih-alih mengambil kertas baru, penulis akan memutar kertas dan menulis lagi seperti biasa, menimpa tulisan sebelumnya.
Bahkan, ada kalanya cross-writing tidak hanya dilakukan secara menyamping, tetapi juga diagonal.
Namun, meski terlihat acak-acakan dan tak bisa dibaca, orang-orang di zaman itu sudah terbiasa karena nyaris semua memakai teknik tersebut. Karena itu pula, orang yang bisa membaca dipastikan sanggup mengerti isi surat tanpa kesulitan.
Mengenai trik membacanya, yakni dengan cara memfokuskan pandangan terhadap tulisan yang ingin dibaca. Abaikan tulisan yang posisinya tidak sesuai, maka akan mempermudah proses memahami pesan.
Beberapa orang terkenal menggunakan teknik menulis cross-writing, di antaranya Henry James, Jane Austen, dan Charles Darwin. Semua melakukannya tentu untuk menghemat biaya di masa itu. (bob)
