Terungkap, Penyebab Mengapa Kaum ODGJ Jarang Jatuh Sakit

Membahas isu-isu yang lagi viral
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Viral tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pasti banyak orang pernah mempertanyakan mengapa kaum orang dalam gangguan jiwa atau ODGJ jarang jatuh sakit. Bahkan, mereka terlihat seperti baik-baik saja alias tidak merasa sakit sama sekali. Padahal, mereka hidup tidak jelas di jalanan.
Terkadang, pertanyaan-pertanyaan tersebut muncul di benak kita. Apalagi, anggapan itu kerap membuat kita percaya lantaran kaum ODGJ memang terlihat baik-baik saja ketika ditemui di jalanan.
Lalu, benarkah hal tersebut atau hanya sekadar mitos belaka? Simak penjelasan berikut yang dirangkum dari berbagai sumber.
ODGJ Tidak Mengenal Stres
Meski dalam gangguan jiwa atau penyakit mental yang dialaminya, kaum ODGJ ternyata tidak memikirkan hal apapun ketika mereka di jalanan. Hal inilah yang menyebabkan banyak ODGJ tidak mengenal sama sekali yang namanya stres.
Bahkan, disebutkan mereka menjalani hidup dengan bebas alias tanpa beban. Artinya, hal-hal seperti kesibukan atau masalah asmara hingga ekonomi tidak pernah ada di benak mereka. Berbeda dengan manusia normal yang memikirkan segala hal secara matang hingga rentan terkena penyakit.
Nah, menurut para pakar, hidup dengan bebas alias tanpa beban ternyata mempengaruhi sistem metabolisme tubuh. Dengan demikian, kaum ODGJ dianggap sangat jarang jatuh sakit karena tidak memiliki beban hidup akibat gangguan kejiwaan yang dialami.
Antibodi Beradaptasi dengan Gaya Hidup
Kamu pasti pernah membayangkan bahwa gaya hidup kaum ODGJ sangat tidak sehat. Mulai dari menyantap makanan sisa, makan tidak cuci tangan, kehujanan, terkena terik matahari, tidak mandi, hingga telanjang merupakan hal yang selalu dialami kaum ODGJ.
Nah, disebutkan, kebiasaan tersebut bisa membentuk antibodi yang lebih kuat karena dianggap telah terbiasa. Secara ilmiah, daya tahan tubuh dianggap terbentuk dan cukup kuat karena mengonsumsi makanan yang mengandung toksin (zat beracun) rendah.
Hal inilah yang dianggap mempengaruhi antibodi kaum ODGJ. Apalagi, mengonsumsi makanan toksin rendah atau ringan ternyata bisa berubah menjadi antibodi hingga membuat tubuh cukup kebal dari berbagai hal.
Tidak Pernah Putus Asa atau Mengeluh
Kamu pernah melihat seorang kaum ODGJ mengeluh atau putus asa? Pasti jarang atau tidak ada sama sekali. Pasalnya, setiap orang yang mengalami gangguan jiwa disebut tidak lagi memikirkan beban hidup hingga sangat mustahil untuk mengeluh.
Dengan begitu, mereka bakal merasa sehat dan baik-baik saja hingga tak sama sekali mengeluh. Hal inilah yang juga mempengaruhi kekebalan tubuh dan gaya hidup mereka yang dinilai tidak pernah jatuh sakit.
Kendati demikian, menurut para pakar, kaum ODGJ sebenarnya mengalami berbagai macam penyakit. Namun, akibat saraf sensorik motorik yang tidak berfungsi membuat mereka sama sekali tidak merasakan apa-apa.
Padahal, saraf tersebut dianggap merupakan sel yang berfungsi menghubungkan kinerja alat indera ke otak. Akan tetapi, karena mengalami gangguan kejiwaan dan rusaknya saraf tersebut menyebabkan mereka tidak merasakan apa-apa hingga terlihat selalu sehat.
Selain itu, kaum ODGJ juga dipengaruhi oleh pemikiran yang bebas alias tidak memikirkan lagi beban hidup yang cenderung membuat manusia normal terserang penyakit.
Itulah fakta menarik mengapa kaum ODGJ jarang atau tidak sama sekali jatuh sakit. Ingat, bukan berarti tubuh mereka sehat ya, gaes. (fre)
