Konten dari Pengguna

Unik, Polisi Gunakan Angsa untuk Patroli di Perbatasan, Begini Perannya

Berita Viral

Berita Viral

Membahas isu-isu yang lagi viral

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Viral tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Polisi patroli dengan angsa. (Foto: China News/Oddity Central)
zoom-in-whitePerbesar
Polisi patroli dengan angsa. (Foto: China News/Oddity Central)

Cara unik dilakukan polisi di China ketika berpatroli menjaga perbatasan China dengan Vietnam di Kabupaten Longzhou. Bukan membawa anjing, mereka menggunakan angsa untuk mendeteksi dan menangkap imigran gelap.

Mengutip dari Oddity Central, China memperketat penjagaan terhadap imigran gelap dengan berpatroli di perbatasan. Cara tersebut merupakan salah satu strategi guna mencegah penyebaran kasus Covid-19.

Hanya saja, mengingat luasnya China, mencegah orang masuk bukan sesuatu yang mudah. Karenanya, beberapa cara unik dilakukan. Seperti yang terjadi di Longzhou, sebuah kabupaten di Provinsi Guanxi yang berbatasan dengan Vietnam.

Polisi patroli dengan angsa. (Foto: China News/Oddity Central)

Lantaran mesti menjaga jalur sepanjang 184 km di darat, belum lagi 22 km di perairan, polisi yang bertugas mengeluarkan ‘senjata rahasia’ nan unik. Bukan anjing yang umum digunakan untuk melacak, melainkan angsa.

Adapun penggunaan angsa untuk hewan patroli perbatasan sudah dilakukan Longzhou sejak Juni 2021 lalu. Setelah mencoba beberapa saat, mereka terkejut dengan hasil positif yang dihasilkan.

Disebutkan bahwa angsa ternyata lebih piawai dalam memberi peringatan daripada anjing. Terbukti, berkat bantuan angsa, polisi sukses menangkap beberapa orang yang hendak masuk China secara ilegal.

Polisi patroli dengan angsa. (Foto: China News/Oddity Central)

Sampai pada September 2021, tim angsa telah diturunkan di sejumlah titik kontrol perbatasan di sekitar Longzhou. Belum lama ini, setiap titik kontrol kini minimal dijaga polisi dengan sepasang angsa.

Mengutip China News, dua angsa, satu anjing, dan dua penduduk lokal perbatasan menjadi standar tim pengawasan. Pentingnya angsa di Longzhou pun kian meningkat di wilayah lain, salah satunya kota Chongzuo.

Selain itu, kini juga sudah lebih banyak angsa daripada anjing ditugaskan di perbatasan China-Vietnam demi mencegah imigran gelap. Total kini ada 400 anjing dan 500 angsa didistribusikan di lebih dari 300 titik perbatasan.

Cara yang kini viral tersebut pun diyakini akan membuat kebutuhan terhadap angsa untuk menjaga perbatasan semakin meningkat. (bob)