Viral Emak-emak Ngamuk ke Sekuriti Swalayan karena Izinkan Pembeli Bawa Anjing

Membahas isu-isu yang lagi viral
Konten dari Pengguna
6 Maret 2022 16:38
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Berita Viral tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Viral Emak-emak Ngamuk ke Sekuriti Swalayan karena Izinkan Pembeli Bawa Anjing   (138097)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anjing. Foto: AFP/Mladen ANTONOV
ADVERTISEMENT
Video seorang emak-emak di Jakarta Utara mengamuk ke sekuriti swalayan kini jadi sorotan di media sosial. Sebab, emak-emak yang bersangkutan mengaku keberatan lantaran anjing diizinkan masuk ke pusat perbelanjaan.
ADVERTISEMENT
Video emak-emak itu kemudian beredar luas di berbagai media sosial, salah satunya diunggah di akun Instagram @memomedsos. Di video itu memperlihatkan bagaimana emak-emak yang tidak diketahui identitasnya itu mengamuk ke sekuriti karena mengizinkan pembeli membawa anjing peliharaaan.
Peristiwa itu diketahui terjadi di sebuah swalayan di Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan. Bahkan, emak-emak itupun lantas jadi perhatian para pembeli. Pasalnya, ia mengaku tidak terima anjing diizinkan masuk ke pusat berbelanjaan.
"Anda pengamanan, itu anjing, Pak! Tapi, itu enggak boleh! Ada perdanya, Pak! Lah, nyolot, dong. Ini melanggar aturan," ucap emak-emak tersebut.
"Itu kan anjing peliharaan kecuali anjing liar baru enggak boleh. Saya paham ada Perda, oke, ada Perda, saya paham. Cuma ibu jangan terlalu nyolot, dong. Cuma kalau dari sini belum ada tindakan," jawab sekuriti swalayan tersebut.
Viral Emak-emak Ngamuk ke Sekuriti Swalayan karena Izinkan Pembeli Bawa Anjing   (138098)
zoom-in-whitePerbesar
Viral emak-emak ngamuk ke sekuriti swalayan karena izinkan pembeli bawa anjing peliharaan. (Foto: Instagram/@memomedsos).
Begitulah perdebatan emak-emak dan sekuriti hingga jadi tontonan para pembeli. Dari video itu, emak-emak yang bersangkutan mengaku pihak sekuriti membiarkan anjing masuk ke dalam swalayan. Padahal, menurut emak-emak itu, Peraturan Daerah atau Perda telah mengatur hal tersebut.
ADVERTISEMENT
Di sisi lain, sekuriti tersebut mengaku tempat kerjanya itu tidak menerapkan aturan melarang anjing masuk ke swalayan. Terlebih, ia menyebut, anjing yang diizinkan masuk ke tempat perbelanjaan itu merupakan hewan peliharaan, bukan anjing liar.
Kendati demikian, emak-emak tersebut tampak tidak terima dengan jawaban sekuriti swalayan. Ia tetap bersikukuh bahwa Perda telah mengatur hal tersebut dengan melarang hewan peliharaan masuk ke pusat perbelanjaan.
Tidak hanya itu saja, di akhir video, emak-emak itu juga terlihat menghampiri pemilik anjing tersebut. Ia diduga menasihati pemilik anjing itu agar tidak lagi membawa hewan peliharaan ke swalayan atau pusat perbelanjaan lainnya.
Kini, video yang dibagikan pada Jumat (4/3/2022) itu viral di media sosial hingga ramai diperbincangkan. Bahkan, para warganet terbelah menangggapi hal tersebut. Beberapa menganggap emak-emak itu berlebihan menanggapi anjing peliharaan tersebut.
ADVERTISEMENT
Di sisi lain, ada juga yang sependapat dengan emak-emak yang bersangkutan. Menurut mereka, hewan peliharaan terkhusus anjing seharusnya tidak diizinkan masuk ke pusat perbelanjaan karena dianggap sangat mengganggu terutama bagi umat Muslim yang berbelanja.
"Yalaahhh takutnya anjing itu kena makanan atau buah yang kita enggak tahu, terlalu berisiko," tulis @micellin_adisty.
"Tapi iya sih mending eggak usah bawa hewan peliharaan, itu kan swalayan, ya, takutnya gimana-gimana. Pihak swalayannya juga kayaknya harus membuat peraturan," sahut @hanumrain.
"Kalau pihak swalayannya juga izinin. Terus mau apa? Ya mending kita aja cari swalayan lain," lanjut @johndoe412109.
"Sebenarnya enggak masalah bawa peliharaan tapi yang penting enggak mengganggu atau pun merugikan orang lain, kalau peliharaannya diam aja atau penurut sih enggak masalah," timpal @gaaabbuuutt_bbooosseeenn. (fre)
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020