Konten dari Pengguna

Viral Pasien Kritis Telantar hingga Meninggal di Parkiran RSUD Jepara

Berita Viral

Berita Viral

Membahas isu-isu yang lagi viral

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Viral tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pasien RSUD RA Kartini Jepara terlantar hingga meninggal di parkiran. (Foto: Facebook Abdul Rasyid)
zoom-in-whitePerbesar
Pasien RSUD RA Kartini Jepara terlantar hingga meninggal di parkiran. (Foto: Facebook Abdul Rasyid)

Seorang pasien telantar yang meninggal di parkiran RSUD Jepara baru-baru ini viral di media sosial. Pasien itu itu diketahui bernama Lukita. Ia merupakan lansia berusia 70 tahun warga Desa Mabak, Kecamatan Pakis Aji, Jepara, Jawa Tengah.

Kejadian itu ramai di media sosial setelah diunggah oleh akun bernama Abdul Rasyid di grup Facebook MIK Jepara Official. Dalam unggahan itu, ia menjelaskan saat itu tengah mengantarkan pasien dari rumah menuju Puskesmas Pakis Aji yang kemudian dirujuk ke RSUD RA Kartini Jepara.

Kronologi Pasien Meninggal di Parkiran

Pasien RSUD RA Kartini Jepara terlantar hingga meninggal di parkiran. (Foto: Facebook Abdul Rasyid)

Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit, mereka pun sampai di RSUD Jepara. Ia pun meminta salah satu keluarga pasien untuk minta ranjang rumah sakit mengingat kondisi pasien yang kritis. Namun, salah satu petugas mengungkapkan ranjang rumah sakit semuanya terpakai.

"Begitu turun, salah satu penumpang aku suruh minta gledek (brankar rumah sakit). 'Pak minta gledek', katanya ke salah satu petugas berbaju putih memakai masker. 'Gledek opo? Wes ora ono' (Brankar apa? Sudah tidak ada) begitu jawab petugas," tulis Abdul Rasyid, Selasa (17/3).

Setelah mendapat jawaban tersebut, mereka terpaksa menunggu di dalam ambulans sampai beberapa waktu. Namun, sang cucu pasien merasa tidak tega melihat kondisi neneknya. Ia pun akhirnya memberanikan diri masuk ke dalam rumah sakit untuk meminta pertolongan petugas medis rumah sakit.

Ilustrasi gledek atau brankar rumah sakit. (Foto: PxHere)

"Alhamdulillah petugas kesehatan datang meskipun hanya di-dulek-dulek (disentuh-sentuh) dada pasien dan masuk kembali tanpa keterangan apa pun," jelasnya.

Selang lima menit, seorang satpam datang menghampiri untuk melakukan pendataan dan memberikan nomor urut. Keluarga pasien juga diminta agar mendaftar di kantor. Namun, lantaran belum mendapat ranjang pasien, mereka pun memutuskan menunggu di parkiran rumah sakit.

Satu jam, dua jam, belum ada penangan terhadap pasien. Sampai akhirnya pasien mengembuskan napas di tempat parkir setelah dua jam menunggu tanpa mendapat penanganan apa pun. Hal itulah yang kemudian membuat pihak keluarga merasa pilu bercampur marah.

"Sekitar dua jam kami menunggu di parkiran hingga pasien akhirnya meninggal tanpa penanganan apa pun dari petugas kesehatan. Nangis hati ini ya Allah. Kami marah kepada pihak rumah sakit dan tak satu pun menjawab," lanjut Rasyid.

Permintaan Maaf Pihak RSUD Jepara

Ilustrasi pasien di rumah sakit. (Foto: PxHere)

Sontak, unggahan itu menjadi perhatian warganet hingga akhirnya viral. Terkait hal itu, pihak rumah sakit akhirnya menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan pelayanan tersebut. Dalam keterangannya, mereka menjelaskan saat itu IGD memang tengah penuh dan tidak berniat menelantarkan pasiennya.

Pihak rumah sakit pun akan segera melakukan evaluasi. Mereka akan lebih selektif dalam menentukan prioritas penangan pasien jika terjadi penumpukan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

facebook video embed

Lebih lanjut, jajaran direksi RSUD RA Kartini Jepara juga telah menyambangi rumah duka. Mereka mencoba berkomunikasi dengan keluarga korban untuk memberikan penjelasan. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi kesalahpahaman. Pihak keluarga pun dikabarkan telah ikhlas dan menerima kejadian tidak mengenakkan tersebut. (zhd)