Konten dari Pengguna

Waspada, 5 Tanda Paru-Paru Sudah Tidak Sehat

Berita Viral

Berita Viral

Membahas isu-isu yang lagi viral

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Viral tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi paru-paru manusia. Foto: Adobe Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi paru-paru manusia. Foto: Adobe Stock

Sebagai alat pernapasan, paru-paru merupakan salah satu organ terpenting dalam tubuh manusia. Karenanya, menjaga kesehatan paru-paru adalah sebuah keharusan buat setiap orang.

Mengutip dari Cnet, pemeriksaan kesehatan paru-paru itu penting. Faktanya, berbagai kondisi dapat mempengaruhi paru-paru dan ada baiknya terus memantau kesehatannya. Apalagi bila seseorang merupakan perokok atau pengguna vape, menjadi sangat penting.

Dari data yang ada, lebih dari 260 juta orang hidup dengan asma di seluruh dunia. Tercatat, penyakit paru obstruktif kronik (COPD) membunuh seorang Amerika setiap empat menit. Karenanya, jelas kondisi kesehatan paru-paru itu umum dan serius.

Untungnya, pengobatan lebih awal bisa membawa perbedaan signifikan. Ketika tahu potensi masalah, jadi bisa memonitor kesehatan paru-paru dan segera mencari bantuan untuk mengatasinya. Berangkat dari sana, berikut lima tanda paru-paru sudah tak sehat menurut American Lung Association.

Napas pendek

Pixabay.

Penyebab napas pendek adalah saluran udara yang menyempit. Bukan cuma gejala Covid, punya napas pendek bisa dipicu oleh jarang berolahraga dan memiliki masalah kesehatan paru-paru serius seperti.

  • Asma

  • Penyakit paru-paru kronis, termasuk COPD

  • Penyakit jantung

  • Darah beku di paru-paru

Napas pendek juga bisa berarti tidak bugar. Rajin berolahraga untuk mengetahui napas pendek berkaitan masalah kesehatan atau tidak. Sebab, umumnya, orang yang aktif secara fisik tidak ada masalah pernapasan. Kalau aktif fisik tapi napas tetap pendek, berarti paru-paru sudah tidak sehat.

Batuk melulu

Batuk itu terjadi ketika ingin mengeluarkan apa yang tidak diinginkan dalam tubuh. Batuk sesekali bisa jadi karena menghirup terlalu banyak tubuh atau tubuh ingin mengeluarkan kuman.

Namun, kalau batuk melulu, perlu diperhatikan. Selain karena alergi atau gastro-esophageal reflux (GERD), bisa juga disebabkan:

  • Infeksi saluran pernapasan

  • Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK)

  • Darah beku di paru-paru

  • Paru-paru yang kolaps (biasanya disertai nyeri dada dan sesak napas)

  • Gagal jantung

Bila batuk lebih dari delapan minggu, meski kering sekalipun, wajib menemui dokter.

Batuk produktif

Mengalami batuk produktif–batuk yang mengeluarkan dahak, lendir, atau darah–wajib khawatir akan penyebabnya. Khususnya darah, harus langsung pergi ke dokter untuk mendapat penanganan.

Kalau batuknya berlendir atau berdahak, perhatikan diri. Kalau kental, kuning kehijauan, wajib ke dokter. Juga jika disertai dengan gejala lain seperti kesulitan bernapas, demam atau pembengkakan pergelangan kaki. Kemungkinan, kena di paru-paru.

Bengek

Ilustrasi sesak napas. Foto: dok.shutterstock

Mengi atau bengek merupakan suara yang dihasilkan ketika seseorang sesak napas. Biasanya, suaranya seperti sedang bersiul. Bila suara itu keluar, sudah jelas bahwa saluran pernapasan tidak bekerja seperti seharusnya.

Dengan begitu, bengek bisa menandakan paru-paru sudah tidak sehat. Beberapa penyakit pernapasan yang menyebabkan bengek bisa mudah diobati, tapi asma dan PPOK juga mengalami bengek. Jadi, kalau bengek terjadi bersamaan dengan kesulitan bernapas hingga kulit membiru, segera cari perawatan darurat.

Sakit dada

Sakit atau nyeri dada, yang mana disebut profesional medis sebagai angina, biasanya berasal dari jantung. Namun, bukan berarti paru-paru tidak menyebabkannya.

Angina sering terjadi karena jantung tak mendapat suplai oksigen yang cukup. Jantung yang mengalami kondisi penyakit seperti arteri koroner atau mikrovaskular koroner dapat menyebabkannya, juga masalah kesehatan paru-paru seperti pembekuan darah atau infeksi. (bob)