Yang Bakal Terjadi Jika Kita Berhenti Makan Daging

Membahas isu-isu yang lagi viral
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Viral tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengurangi atau bahkan berhenti makan daging punya efek yang bagus secara keseluruhan untuk tubuh, tapi bila dilakukan dengan tepat. Sebab, pola makan tentu memiliki plus dan minusnya.
Seperti yang diketahui, daging merupakan salah satu makanan paling banyak dikonsumsi oleh orang. Bisa diolah menjadi banyak hal, mulai dari burger, sosis, hingga sate, makanan dari daging sudah mengisi berbagai hal dalam hidup.
Namun, belakangan mulai marak orang mengubah gaya hidup dengan meninggalkan daging sebagai makanan. Mengutip dari Real Simple, Dani Levy-Wolins selaku ahli diet terdaftar, menjelaskan plus minus transisi makan daging.
Plus-Minus Berhenti Makan Daging
Secara umum protein hewani punya plus dan minus terhadap kesehatan tubuh selayaknya segala nutrisi. Karena itu, memoderasi komponen bermanfaat dan tidak menjadi faktor penting agar dapat nutrisi daging secara maksimal.
"Daging menyediakan mikronutrien penting, seperti vitamin B, zat besi, dan zinc yang memberi energi, juga jadi sumber protein lengkap," kata Dani.
Makanan berprotein lengkap mengandung sembilan asam amino yang dianggap penting untuk kesehatan. Karena tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh manusia, maka sumbernya mesti dari luar.
Sebenarnya, sumber protein lengkap juga bisa didapat dari non-daging seperti susu, telur, hingga produk kedelai, atau dengan menggabungkan bahan lain. Namun, keunggulan daging adalah mudah diakses dan efisien.
Nah, bila menghentikan konsumsi daging tanpa mengganti manfaat nutrisinya, tentu seseorang akan merugi. Sebab, menurut Dani, hal tersebut berisiko mengurangi asupan zat besi atau B12, berujung pada anemia dan pengecilan otot.
Sementara itu, di sisi lain, ada nilai plus yang pasti didapat bila berhenti total makan daging. Menurut Dani, nilai plus itu termasuk kemungkinan mengurangi lemak jenuh, kolesterol, dan natrium—yang mana bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan darah tinggi.
"Bila daging diganti dengan protein nabati, manfaat lain bisa berupa peningkatan asupan serat, fitonutrien, dan antioksidan,” kata Dani.
Dalam beberapa penelitian, mengganti daging, khususnya daging merah dan olahan, dengan nabati bisa memanjangkan umur. Alasannya berkaitan dengan pencegahan penyakit seperti penyakit kardiovaskular dan kanker.
Mendapat nutrisi yang dibutuhkan
Orang yang berhenti makan daging masih bisa memenuhi nutrisi dan mempertahankan tingkat kesehatan dan energi. Adapun nutrisi yang perlu diperhatikan termasuk lima vitamin B yaitu niasin, thiamin, riboflavin, vitamin B6, dan vitamin B12; serta protein dan konsumsi kalori secara umum.
Selain pola makan nabati bisa melengkapi nutrisi, transisi dari memakan daging tetap butuh usaha tambahan. Hal tersebut guna menghindari kekurangan kalori, protein, dan zat gizi mikro. Dani menganjurkan kunjungan rutin ke dokter guna memeriksa kebutuhan nutrisi.
Beberapa tanda juga bisa jadi ciri defisiensi mikronutrien yang perlu diwaspadai. Defisiensi B12, misalnya, sering bikin lemah dan lesu atau kulit jadi pucat. Memperhatikan faktor-faktor tersebut sangat penting, terutama pada anak-anak, ibu hamil, dan orang tua. (bob)
