News
·
10 Februari 2021 14:33

2.500 Prajurit Kodam V Brawijaya Siap Jadi Tracer COVID-19 ke Penjuru Jatim

Konten ini diproduksi oleh BASRA (Berita Anak Surabaya)
2.500 Prajurit Kodam V Brawijaya Siap Jadi Tracer COVID-19 ke Penjuru Jatim (42474)
Apel kesiapan vaksinator dan tracer COVID-19 di Lapangan Makodam V/Brawijaya, Rabu (10/2). Foto-foto: Masruroh/Basra
Sebagai tindaklanjut dari instruksi Pemerintah Pusat, Panglima TNI, dan Kapolri untuk mempercepat penanganan COVID-19 di Tanah Air, Kodam V/Brawijaya menerjunkan 2.500 prajurit sebagai tracer ke penjuru wilayah Jawa Timur.
ADVERTISEMENT
Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto mengungkapkan tracer tersebut bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat perihal bahaya COVID-19 serta membantu perangkat desa mulai dari kepala desa, ketua RT-RW, hingga tokoh terkait dalam menerangkan tata cara merawat pasien COVID-19 sesuai dengan ketentuan.
"Sebanyak 716 vaksinator mulai dari tenaga kesehatan TNI AD, TNI AL dan TNI AU juga diterjunkan untuk terlibat dalam rangka vaksinasi," ujar Haryanto usai memimpin apel kesiapan vaksinator dan tracer COVID-19 di Lapangan Makodam V/Brawijaya Surabaya, Rabu (10/2).
Haryanto menuturkan, COVID-19 hingga awal Februari ini masih belum melandai. Meski angka positif di Jawa Timur cenderung menurun, namun hal itu dinilainya masih tinggi.
“Di wilayah Jawa Timur sendiri, semula berkisar 800 hingga 1.000 kasus namun sejak PPKM diberlakukan angkanya menurun 400 sampai 500 kasus positif COVID-19 setiap harinya,” ungkap jenderal bintang dua ini.
2.500 Prajurit Kodam V Brawijaya Siap Jadi Tracer COVID-19 ke Penjuru Jatim (42475)
(Kiri ke kanan) Perwira Pengawas Mabes TNI Mayjen Safriyadi, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, dan Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono.
Sehingga masih tingginya angka positif, lanjutnya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur ikut mengupayakan tindakan lanjutan guna memutus mata rantai COVID-19 pada tingkat mikro, yaitu mulai dari Kelurahan/ Desa, RT, dan RW.
ADVERTISEMENT
Atas hal itu, Haryanto mempercayakan penanganan pandemi COVID-19 kepada seluruh pasukan ujung tombak mulai dari TNI-Polri, khususnya Babinsa, Bhabinkamtibnas, Bintara Kemaritiman, dan Bintara Potensi Kedirgantaraan untuk turut membantu.
“Tugas mereka untuk membantu Lurah atau Kepala Desa, Ketua RT dan RW terkait penanganan terhadap masyarakat dalam memutus COVID-19 di Jawa Timur,” jelasnya.
Lebih jauh Pangdam lulusan Akmil tahun 1989 ini menjelaskan, ada empat tugas yang perlu diperhatikan antara lain, membantu penanganan, memberikan informasi bagi pendatang baru yang keluar masuk wilayah desa, serta mencari dan mengamankan warga yang terkonfirmasi kontak erat oleh yang sudah terkena COVID-19.
“Bagi kita TNI-Polri, tugas adalah sebuah kehormatan. Kehormatan kita adalah mengabdi kepada Tanah Air Indonesia," tegasnya.
ADVERTISEMENT
Apel kesiapan vaksinator dan tracer COVID-19 di Lapangan Makodam V/Brawijaya itu sendiri diikuti peserta yang berjumlah kurang lebih 700 orang.
Turut hadir dalam apel tersebut Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono, dan Perwira Pengawas Mabes TNI Mayjen Safriyadi.