kumparan
12 Mar 2019 13:48 WIB

Aman Saat Menyeberang, SDN Mojo VIII Surabaya Praktikkan 4T

Foto : Fahmi Aziz
Disiplin berlalu lintas bisa diajarkan pada anak melalui latihan menyeberang jalan yang aman.
ADVERTISEMENT
Contohnya seperti yang dilakukan Rafa Arjuna Putra Pratama (10). Rafa merasa senang bisa terpilih untuk memencet tombol penyeberangan Pedestrian Crossing Traffic Light (PCTL) di Taman Bungkul, Surabaya.
Saat lampu merah penanda kendaraan harus berhenti mulai menyala, Rafa dan teman-temannya tak buru-buru menyeberang. Mereka memastikan kendaraan benar-benar sudah berhenti, lalu mereka mengangkat tangan, barulah menyebrang.
Rupanya, Rafa dan teman sekelasnya tengah mengikuti kegiatan City Tour Pengenalan Lalu Lintas. Sekolah mereka, SDN Mojo VIII, Mojo, Gubeng, Surabaya terpilih dalam kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya.
Rafa bercerita, pelajaran menyeberang yang baru dia praktikan punya rumus 4T. ''Tunggu sejenak, tengok kanan-kiri, tekan PCTL, dan T yang terakhir, Tanda Tangan,'' kata Rafa pada Basra (12/3).
ADVERTISEMENT
Foto : Fahmi Aziz
Tanda Tangan yang dimaksud adalah penyeberang harus mengangkat tangan tanda meminta kendaraan untuk berhenti.
Sartono selaku staf Pengawasan dan Pengendalian Lalu Lintas Dishub Surabaya menjelaskan, acara ini sudah rutin dilakukan selama tiga tahun ini. Tak hanya menyasar anak-anak SD, juga SMP dan juga masyarakat umum.
''Bedanya kalau anak SD kita buat lebih menyenangkan, kita ajak ke luar ruangan dan melihat langsung rambu serta marka yabg ada di Surabaya,'' ungkap Sartono.
Menurut Sartono, kasus kecelakaan didominasi masyarakat yang berusia sekitar 16 hingga 35 tahun. Adanya kegiatan ini sangat penting. Yakni menumbuhkan mental disiplin khususnya bagi anak usia dini. Sehingga kelak saat menginjak remaja dan dewasa, mereka sudah terbiasa untuk berlalu lintas yang baik dan benar.
ADVERTISEMENT
''Tidak hanya itu, mereka juga bisa berperan menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Pulang dari sini, mereka bisa mengingatkan teman, atau bahkan kakak hingga keluarganya bagaimana seharusnya berlalu lintas,'' jelasnya.
Tak hanya berpusat di Taman Bungkul saja, sebelumnya para siswa diajak juga untuk melihat Command Center dan Museum Surabaya. Kemudian dilanjutkan ke Taman Lalu Lintas, dan berakhir di Taman Bungkul. (Reporter : Fahmi Aziz / Editor : Windy Goestiana)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan