Tekno & Sains
·
16 September 2020 13:29

Bahaya Polusi Elektromagnetik untuk Kesehatan

Konten ini diproduksi oleh BASRA (Berita Anak Surabaya)
Bahaya Polusi Elektromagnetik untuk Kesehatan (135980)
Pixabay.
Saat ini, masyarakat tidak bisa lepas dari genggaman ponsel pintar atau smartphone dalam kehidupan sehari-hari. Padahal, radiasi elektromagnetik dari ponsel sering diklaim berbahaya.
ADVERTISEMENT
Bahkan beberapa penelitian mengungkapkan sejumlah risiko kesehatan yang patut diwaspadai. Seperti sakit kepala, mudah lelah, serangan jantung, katarak, hingga menyebabkan risiko kanker.
Namun, pernahkan kita memperhitungkan paparan radiasi elektromagnetik yang dihasilkan ponsel?
Sho’im Hidayat, dr., MS dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (FKM Unair) mengatakan, paparan radiasi elektromagnetik dari ponsel termasuk dalam golongan yang paling lemah.
“Smartphone, radar, dan televisi, termasuk ke dalam kelompok radio frekuensi. Artinya, energi atau daya rusak yang dihasilkan paling lemah,” kata Sho'im, Rabu (16/9).
Berdasarkan daya rusaknya, Sho'im menjelaskan setidaknya gelombang elektromagnetik dapat dibedakan menjadi beberapa jenis.
Pertama, dari yang paling tinggi, yaitu Sinar Gamma dengan panjang gelombang sekitar 10-7 meter. Kedua yakni Sinar X atau Rontgen dan Sinar Ultraviolet.
ADVERTISEMENT
Selain itu, terdapat Sinar Tampak, Sinar Inframerah, dan Sinar Gelombang Mikro. Sementara untuk Sinar Radio Frekuensi berada pada tingkat paling rendah dengan panjang gelombang lebih dari 1 meter.
“Pada gelombang elektromagnetik, energi yang dihasilkan tergantung panjang gelombangnya. Sedangkan panjang gelombang ini bervariasi. Inilah kenapa daya rusak suatu gelombang elektromagnetik berbeda-beda,” jelasnya.
Terkait sakit kepala yang kerap muncul akibat sering menggunakan ponsel, Sho’im menuturkan bahwa penyebabnya kemungkinan besar bukan dari radiasi elektromagnetik. Namun, hal itu bisa terjadi karena sikap kerja yang kurang ergonomis.
Meski begitu, Sho’im mengungkapkan, beberapa radiasi elektromagnetik perlu diwaspadai. Di antaranya adalah Sinar Rontgen dan Sinar Ultraviolet.
Sinar X atau Rontgen berpotensi mengionkan molekul kimia dalam tubuh. Hal tersebut dapat mengakibatkan mutasi gen yang selanjutnya memicu kanker.
ADVERTISEMENT
“Ini bisa terjadi kalau paparannya dalam waktu lama, lebih dari 10 tahun. Walaupun kadarnya kecil,” jelas Sho’im.
Sementara itu, Sinar Ultraviolet memiliki sejumlah resiko yang menimbulkan kerusakan akut pada mata.
“Menatap matahari terlalu lama atau menangkap sinar ultraviolet yang dihasilkan las listrik dapat meningkatkan risiko kerusakan pada mata,” tambahnya.
Sho'im berpesan jika muncul sakit kepala, lebih penting untuk memperbaiki sikap kerja agar lebih nyaman dan tidak membuat otot kaku.
“Gelombang ini (radiasi elektromagnetik dari ponsel) lemah sekali kok. Tidak perlu khawatir,” pungkasnya.