Bergelar Doktor, Satu Keluarga di Surabaya Raih Rekor MURI

Konten Media Partner
13 Agustus 2022 14:20
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Bergelar Doktor, Satu Keluarga di Surabaya Raih Rekor MURI (72121)
zoom-in-whitePerbesar
ADVERTISEMENT
Alumni ilmu hukum Universitas Airlangga (Unair) Dr Tandyo Hasan SH MH MKn bersama keluarga patut berbangga diri.
ADVERTISEMENT
Bersama sang istri, Dr Inge Soesanto SH MKn beserta dua putranya Dr Michael Hans SH SE MKn LLM CLA CCD dan Dr Mitchell Hans SH MKn LLM CCD, mereka baru saja mendapatkan piagam rekor dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai 'Keluarga Pertama Peraih Gelar Doktor Ilmu Hukum dari Perguruan Tinggi yang Sama'.
Tandyo menuturkan, rekor yang didapatkan merupakan kebanggaan tersendiri bagi keluarganya, Fakultas Hukum dan Unair.
“Sebetulnya ini adalah sesuatu yang tidak istimewa, tapi ini bentuk kebanggan yang bisa kita berikan atau kita persembahkan untuk universitas dan fakultas, yang mana prestasi yang kita capai satu keluarga punya gelar doktor,” ucap, Sabtu (13/8).
Ia mengungkapkan, jika rekor MURI tahun 2022 ini merupakan rekor yang ketiga bagi keluarganya. Sebelumnya, Tandyo juga sudah pernah mendapatkan rekor MURI sebagai 'Suami Istri yang Menempuh S3 Program Doktor Bidang Studi Ilmu Hukum Secara Bersama'.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Bergelar Doktor, Satu Keluarga di Surabaya Raih Rekor MURI (72122)
zoom-in-whitePerbesar
Sedangkan rekor MURI kedua sebagai 'Ayah, Ibu, dan Anak, Wisuda dalam Waktu Bersamaan di Universitas yang Sama (Universitas Airlangga)'
"Kedua piagam MURI tersebut diberikan pada 18 April 2009, sedangkan rekor muri yang ketiga ini diberikan pas momen wisuda hari ini, 13 Agustus 2022," ungkapnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum Unair Iman Prihandono SH MH LL M PhD mengaku bangga atas prestasi yang dicapai oleh keluarga Tandyo Hasan.
Namun hal yang lebih membanggakan ialah semangat Tandyo beserta istri yang bersedia mengabdikan diri untuk mengajar dan menjadi suri tauladan bagi mahasiswa FH Unair.
“Sebenarnya yang membanggakan bagi kami adalah Pak Tandyo dan Ibu Inge itu selain punya gelar doktor, tapi beliau juga mengajar di FH Unair, begitu juga Michael dan Mitchell tidak cuma S3 saja di Unair tapi S2-nya juga di luar negeri. Mereka memperkaya ilmunya di universitas yang bereputasi dan sekarang Michael juga mengajar di FH Unair,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020