News
·
30 November 2020 15:54

Bukan Menakuti, Tapi ICU Khusus Pasien COVID-19 di Surabaya Mulai Penuh Lagi

Konten ini diproduksi oleh BASRA (Berita Anak Surabaya)
Bukan Menakuti, Tapi ICU Khusus Pasien COVID-19 di Surabaya Mulai Penuh Lagi (81647)
Pixabay.
Pasien positif COVID-19 di Jawa Timur (Jatim) saat ini bertambah 400 orang. Berdasarkan laman http://infocovid19.jatimprov.go.id, total kasus konfirmasi COVID-19 di Jatim per tanggal 30 November 2020 siang mencapai 61.883 kasus.
ADVERTISEMENT
Naiknya angka kasus COVID-19 di Jatim ini disebabkan oleh libur panjang (long weekend) beberapa waktu lalu, dan masyarakat yang mulai abai untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes) di era new normal.
Kenaikan kasus tersebut, tentu berimbas pada rumah sakit rujukan di Surabaya yang kembali mengalami peningkatan pasien.
Bahkan fakta di lapangan menunjukkan, jika ruang isolasi hingga ruang ICU untuk pasien COVID-19 mulai penuh.
Salah satunya yakni di Rumah Sakit Husada Utama (RSHU) Surabaya. Direktur RSHU dr Didi Dewanto SpOG mengatakan, sebanyak 14 tempat tidur di ruang ICU sudah penuh.
"Saat ini ruang ICU dengan ventilator untuk kasus berat sudah penuh. Kalau ruang isolasi masih ada yang kosong saat ini. Pasien COVID-19 yang dirawat ada 75 orang, 20 persen berat, 40 persen sedang, dan sisanya 40 persen ringan," kata dr Didi, Senin (30/11).
Bukan Menakuti, Tapi ICU Khusus Pasien COVID-19 di Surabaya Mulai Penuh Lagi (81648)
Foto-foto: Amanah Nur Asiah/ Basra
Sementara di Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) Surabaya, dr Alfian Nur Rosyid SpP mengungkapkan, jika ruangan untuk pasien COVID-19 yang berada di gedung Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) juga sudah penuh.
ADVERTISEMENT
Bahkan, hingga hari ini (30/11) masih terdapat pasien COVID-19 yang berada di IGD.
"ICU penuh, ruang isolasi biasa juga sama penuhnya. Ada sekitar 30-40 tempat tidur. Di IGD ada dua pasien tidak bisa masuk kamar karena ruangan penuh," ungkap Juru Bicara Satgas Corona Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) ini.
Alfian menuturkan, terjadinya lonjakan kasus COVID-19 ini akibat dampak libur panjang dan masyarakat yang mulai tidak disiplin protokol kesehatan.
Untuk itu, ia mengimbau masyarakat agar kembali menerapkan kebiasaan baru di masa pandemi ini.
"Pandemi COVID-19 belum berakhir. Acuh, jenuh dan kendor terhadap protokol dapat berdampak tertular virus corona. Pakai masker, hindari kerumuman, jaga jarak, rajin cuci tangan adalah upaya sederhana agar tak tertular penyakit. Masyarakat adalah garda terdepan dalam upaya pencegahan tertular atau menulari COVID-19," imbaunya.
ADVERTISEMENT