News
·
16 April 2021 15:49

Cara Mahasiswa ABK Undika Kenalkan Bahasa Isyarat Lewat Film "Isyaratku"

Konten ini diproduksi oleh BASRA (Berita Anak Surabaya)
Cara Mahasiswa ABK Undika Kenalkan Bahasa Isyarat Lewat Film "Isyaratku" (51306)
Cuplikan film Isyaratku karya mahasiswa ABK Undika.
Laurensius Adriel Igo merupakan mahasiswa berkebutuhan khusus dari Universitas Dinamika (Undika) Surabaya yang berhasil membuat sebuah film pendek berjudul "Isyaratku".
ADVERTISEMENT
Film ini bercerita mengenai seorang siswi bernama Maria penyandang tunarungu dan tunawicara yang sedang mengikuti kegiatan belajar. Selain itu ada siswa bernama Moris yang juga belajar bahasa isyarat agar bisa berkomunikasi dengan Maria.
“Tujuan saya membuat film ini adalah untuk memperkenalkan bagaimana belajar Bahasa Isyarat kepada seluruh masyarakat,” ungkap mahasiswa yang akrab disapa Riel ini, Jumat (16/4).
Melalui film animasi pendek berdurasi 5 menit 37 detik ini, Riel ingin masyarakat agar lebih peduli dan mengerti latar belakang tunarungu. Sehingga akan lebih banyak orang yang memahami dan juga bisa bahasa isyarat agar bisa membantu dan dengan mudah interaksi dengan penyandang tunarungu.
Untuk proses produksinya, Riel menjelaskan, jika ia membutuhkan waktu kurang lebih dua bulan untuk membuat film animasi pendek ini.
ADVERTISEMENT
“Saya berusaha bagaiamana caranya membuat modeling 3D, sampai pada akhirnya kurang lebih selama selama 2 bulan saya mengerjakannya dengan semua proses yang saya lewati seperti saat proses pembuatan naskah, modeling, editing, dan lain-lain,” jelasnya.
Cara Mahasiswa ABK Undika Kenalkan Bahasa Isyarat Lewat Film "Isyaratku" (51307)
Riel menyampaikan sempat mengalami kesulitan dalam membuat film animasi ini, yakni pengaplikasian softwaee Blender 3D. Namun kendala tersebut bisa diatasi dengan bimbingan dosen-dosen pembimbing dan juga teman-temannya.
Sementara itu, Wakil Dekan Fakultas Teknologi dan Informatika Undika, Karsam, M.A., Ph.D menyampaikan, Riel merupakan mahasiswa luar biasa yang memiliki motivasi kuat dalam belajar di lingkungan kelas yang berbeda dengannya.
“Dia tekun dan punya daya juang yang luar biasa. Bahkan dia juga lulus dalam waktu 3,5 tahun,” kata Karsam yang juga dosen pembimbing tugas akhir Riel.
ADVERTISEMENT
Ia menjelaskan, bahwa Riel memilih memproduksi film animasi ini untuk mengedukasi masyarakat umum agar belajar bahasa isyarat.
Dengan tercapainya tujuan tersebut, masyarakat berkebutuhan khusus nanti bisa leluasa, merasa nyaman dan aman saat berinteraksi di lingkungan luar.
Selain itu, dengan menonton film yang diproduksi Riel, masyarakat diharapkan dapat memiliki rasa empati dan toleransi pada masyarakat yang memiliki kekurangan, khususnya bagi ABK.
"Film animasi Riel ini terbilang menarik dan cukup bagus. Dengan keterbatasan,mahasiswa tersebut berhasil menyelesaikan tugas akhirnya yang mengandung pesan penting untuk masyarakat umum," pungkasnya.
Diketahui, pembuatan film ini sebagai syarat tugas akhir Riel selama kuliah tujuh semester di jurusan DIV Produksi Film dan Televisi (Profiti) Undika Surabaya.