kumparan
24 Feb 2019 5:21 WIB

Tapak Tilas Kejayaan Pelabuhan Kalimas

Para Tracker mendengar penjelasan pemandu tentang seluk beluk Pelabuhan Kalimas Surabaya. Foto : SHT
Sejak dulu Surabaya dikenal sebagai kota niaga. Popularitas Pelabuhan Kalimas Surabaya dan Pasar Pabean sudah terdengar luas hingga menjadi primadona jalur perdagangan utama di Hindia Belanda.
ADVERTISEMENT
Hingga kini, aktivitas perdagangan di Pelabuhan Kalimas dan Pasar Pabean masih berjalan. Bahkan Menara Pantau Kalimas yang dibangun sejak tahun 1900an juga masih kokoh berdiri menjadi saksi hiruk pikuk aktivitas pelayaran lintas zaman.
Para Tracker yang sedang mengikuti tur tematik di Pasar Pabean yang menjadi pasar tertua di Surabaya. Dok : SHT
Pasar Pabean pun yang sudah menjadi pusat niaga sejak tahun 1849 juga masih jadi yang tersibuk melayani kebutuhan warga Surabaya dari berbagai etnis, mulai dari Arab hingga Tionghoa.
Acara tapak tilas kejayaan Pelabuhan Kalimas dan Pasar Pabean ini bisa diikuti melalui tematik tur Surabaya Heritage Track (SHT). ''Melalui program SHT masyarakat bisa melihat langsung gudang – gudang yang menjadi tempat penyimpanan barang komoditi dan tangga batu untuk mempermudah proses bongkar muat di Pelabuhan Kalimas. Menara pantau tersebut dulu dibangun untuk mengawasi aktivitas bongkar muat dari sungai menuju gudang,'' kata Rani Anggraini, Manager House of Sampoerna pemilik program SHT.
ADVERTISEMENT
Program tur 'Berniaga ke Surabaya' ini diadakan tiap jam 10.00 - 11.30 di hari Jumat, Sabtu, dan Minggu hingga 24 Maret 2019. Bagi yang ingin ikut serta, peserta wajib berusia di atas 17 tahun ya. (Windy Goestiana)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan