News
·
30 Juli 2020 15:31

Viral 'Predator Fetish Kain Jarik Berkedok Riset', Ini Tanggapan Unair

Konten ini diproduksi oleh BASRA (Berita Anak Surabaya)
Viral 'Predator Fetish Kain Jarik Berkedok Riset', Ini Tanggapan Unair (130027)
Baru-baru ini dunia media sosial dihebohkan dengan sebuah unggahan berjudul "Predator Fetish Kain Jarik Berkedok Riset Akademik dari Mahasiswa PTN di Surabaya" yang ditulis oleh akun @m.fikris.
ADVERTISEMENT
Dalam tersebut M salah satu korban menceritakan salah seorang mahasiswa dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya berinisial G dan fetish kain jarik.
G diduga mengalami kelainan seksual, dimana ia meminta korbannya untuk diikat dan dibungkus menggunakan jarik. Bahkan G akan merasa senang dan merasa puas jika korban menunjukkan rekasi sesak napas atau memberontak.
Menanggapi hal itu, Ketua Pusat Informasi dan Kehumasan Unair, Suko Widodo membenarkan jika G merupakan mahasiswa dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unair.
"Intinya adalah pertama bahwa mahasiswa itu benar adanya. Yang bersangkutan itu ada catatannya dia semester 10," kata Suko, Kamis (30/7).
Suko mengungkapkan, jika belum pernah ada laporan terkait adanya dugaan kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh mahasiswanya. Bahkan pihaknya baru mengetahui kasus tersebut dari media sosial yang beredar.
ADVERTISEMENT
"Belum pernah ada yang melapor. Jadi pihak FIB baru tahu juga dari informasi di medsos. Dari informasi itu, dilanjutkan ke pelacakan tapi belum bisa dihubungi. Apabila dalam pelacakan benar adanya, maka pihak fakultas akan mengambil tindakan dan menyerahkan ke pihak yang berwenang," ungkap Suko.
Tak hanya itu, pihaknya juga akan melakukan tindakan pendisiplinan akademis jika G terbukti bersalah.
"Nanti diverifikasi, pasti ada tindakan tegas bahkan mungkin bisa dilakukan maksimal bisa dipecat atau apa. Tentu akan kita lacak dan verifikasi kebenarannya. Sekarang dewan etik sedang mengumpulkan fakta-fakta itu. Tapi keputusan sementara mereka sudah punya catatatan," pungkasnya.