Konten Media Partner

Atap SDN 2 Growok Bojonegoro Runtuh, Kerugian Capai Rp 200 Juta

Berita Bojonegoroverified-green

clock
google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Atap SDN 2 Growok Bojonegoro Runtuh, Kerugian Capai Rp 200 Juta
zoom-in-whitePerbesar

Bojonegoro (Dander)- Bangunan atap dan plafon tiga ruang kelas, Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Desa Gowok Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro, pada Rabu (19/12) sekitar pukul 22.00 WIB roboh.

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka dalam perisitiwa tersebut. Kerugian material masih dalam penghitungan petugas yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Atap SDN 2 Growok Bojonegoro Runtuh, Kerugian Capai Rp 200 Juta (1)
zoom-in-whitePerbesar

Menurut keterangan saksi Kirmanto (48) warga Desa Gowok RT 006 RW 002 Kecamatan Dander, yang tinggal di sebelah sekolah tersebut, peristiwa tersebut bermula pada pukul 20.00 WIB, saksi mendengar ada suara kayu yang patah, yang bersasal dari lingkungan sekolah tersebut. Karena penasaran, saksi Sukirmanto (48) bersama saksi Harno (42), yang juga tinggal di sebelah sekolah, mengecek ke sekolah tersebut.

“Ternyata benar suara tersebut berasal dari salah satu banguan gedung sekolah, namun saat itu belum roboh.” tutur Sukirmanto, Kamis (20/12).

Kemudian kedua saksi duduk-duduk di bawah tiang bendera sekolah tersebut. Sebelumnya di wilayah tersebut usai turun hujan yang cukup lebat namun tidak disertai angin dan pada saat kedua saksi menunggu di halaman sekolah tersebut, cuaca sedang gerimis.

“Tiba-tiba atap dan plafon gedung tersebut roboh secara bersamaan.” ujar Sukirmanto.

Atap SDN 2 Growok Bojonegoro Runtuh, Kerugian Capai Rp 200 Juta (2)
zoom-in-whitePerbesar

Senada yang disampaikan kedua saksi, menurut keteranggan Kapolsek Dander, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Mashadi SH, setelah pihaknya menerima laporan, pada Kamis pagi (20/12), dirinya bersama petugas segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP dan meminta keterangan pada para saski.

Dari hasil olah TKP, diketahui bangunan yang roboh tersebut berukuran 18 meter kali enam meter, terdiri dari tiga ruang kelas, masing-masing merukuran enam meter kali enam meter.

Bangunan yang roboh tersebut, atap terbuat dari genteng dan kerangka atap terbuat dari kayu, sedangkan plafon terbuat dari asbes dengan kerangka dari kayu. Dinding terbuat dari tembok dan lantai keramik. Tinggi bangunan tembok empat meter.

“Korban jiwa nihil karena kelas dalam keadaan kosong. Taksiran sementara, kerugian material diperkirakan mencapai 200 juta rupiah,” tutur Mashadi.

Mashadi menambahkan, saat ini pihaknya masih berkoordinaasi dengan pihak terkait, guna penanganan lebih lanjut akibat terjadinya peristiwa tersebut.

“Untuk sementara belum mengganggu kegiatan belajar-mengajar, karena para siswa sedang libur,” ujarnya. (red/imm)

_____

Reporter: Imam Nurcahyo