Diduga Hipertensi Kambuh, Warga Bojonegoro Ditemukan Meninggal saat Memancing
·waktu baca 2 menit

Bojonegoro - Seorang laki-laki bernama Diman (61), warga Desa Siwalan RT 001 RW 001, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, ditemukan meninggal dunia di pinggir embung atau waduk desa setempat. Selasa (24/06/2025) pukul 12.30 WIB.
Sebelumnya, korban bersama dua orang temannya sedang mancing di embung desa setempat, namun saat salah satu temannya hendak pulang, melihat korban dalam posisi tertelungkup.
Setelah dilakukan pengecekan, ternyata korban telah meninggal dunia.
Dugaan sementara, penyebab kematian korban karena penyakit hipertensi yang telah lama diderita korban kambuh secara mendadak sehingga korban meninggal dunia.
Saat ini, jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Kapolsek Sugihwaras, Polres Bojonegoro, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Wahjoe Febriaanto SH, menjelaskan bahwa kronologi kejadian tersebut bermula pada Selasa (24/06/2025) sekitar pukul 10.00 WIB, korban bersama dua orang temannya masing-masing bernama Wildan dan Warnadi, mancing di embung di Desa Siwalan, Kecamatan Sugihwaras.
Saat sampai di embung, korban memancing di sebelah timur dan kedua temannya berada di sebelah barat.
Dan sekitar pukul 11.00 WIB, korban berpindah tempat ke sebelah barat laut, tepatnya di pojok embung, sedangkan kedua temannya masih berada di tempatnya.
Selanjutnya sekitar pukul 12.30 WIB, temannya yang bernama Wildan hendak pulang dan mendapati korban pada posisi tertelungkup dengan kepala menghadap ke timur.
“Karena saat dipanggil korban tidak menjawab, saksi Wildan memberi tahu temannya yang bernama Warnadi untuk mengecek korban. Dan saat dicek, korban sudah dalam kondisi sudah meninggal dunia.” kata Kapolsek AKP Wahjoe Febriaanto SH.
Mengetahui kejadian tersebut, selanjutnya saksi Warnadi yang merupakan tetangga korban menghubungi perangkat desa setempat dan kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Sugihwaras.
Kapolsek menjelaskan bahwa setelah menerima laporan, petugas Polsek Sugihwaras bersama petugas medis mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Selanjutnya jenazah korban dibawa ke rumah duka untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.” kata Kapolsek.
Kapolsek menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban memiliki riwayat sakit hipertensi. Sementara berdasarkan pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban.
“Dugaan sementara penyebab kematian korban akibat penyakit hipertensi kambuh mendadak,” kata Kapolsek.
Atas kejadian tersebut keluarga korban menerima sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi yang dinyatakan dengan surat pernyataan.
“Selanjutnya jenazah korban kami serahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan,” kata Kapolsek AKP Wahjoe Febriaanto SH. (red/imm)
Penulis: Tim Redaksi
Editor: Imam Nurcahyo
Publisher: Imam Nurcahyo
Story ini telah di-publish di: https://beritabojonegoro.com
