Diduga Serangan Jantung, Petani di Bojonegoro Ditemukan Meninggal di Sawah
·waktu baca 2 menit

Bojonegoro - Seorang laki-laki bernama Muradi (64) petani asal Dusun Mulung, Desa Ngrandu RT 008 RW 002, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, ditemukan meninggal dunia di area persawahan di Dusun Pilanggede, Desa Balongcabe, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro. Jumat malam (07/11/2025) pukul 22.30 WIB.
Korban pertama kali ditemukan oleh saudaranya yang melakukan pencarian karena korban tak kunjung pulang sejak berangkat ke sawah dari pagi hari.
Belum diketahui secara pasti penyebab kematian korban, namun berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban memiliki riwayat sakit jantung. Dugaan sementara penyebab kematian korban karena serangan jantung.
Saat ini, jenazah korban telah diserahkan kepada ahli warisnya untuk dimakamkan.
Kapolsek Kedungadem, Polres Bojonegoro, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Matsuis Wanto, menjelaskan bahwa kronologi kejadian tersebut bermula pada Jumat pagi (07/11/2025) sekitar pukul 06.00 WIB, korban berpamitan kepada istrinya untuk pergi ke sawah, namun hingga malam hari korban tak kunjung pulang.
“Selanjutnya pada pukul 21.30 WIB saudara korban bersama tetangganya berusaha mencari korban.” kata Kapolsek AKP Matsuis Wanto. Sabtu pagi (08/11/2025).
Setelah dilakukan pencarian, korban ditemukan di area persawahan milik Sumadi, yang berlokasi di Desa Balongcabe Kecamatan Kedungadem, dalam keadaan tengkurap di pematang sawah. Dan ketika dicek, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.
“Selanjutnya kejadian tersebut dilaporkan kepada perangkat desa setempat dan laporan tersebut diteruskan ke Polsek Kedungadem.” kata Kapolsek.
Setelah mendapatkan laporan, petugas Polsek Kedungadem bersama dengan petugas medis Puskesmas Kedungadem mendatangi lokasi kejadian untuk melaksanakan olah TKP dan melakukan identifikasi terhadap korban.
Kapolsek menjelaskan bahwa berdasarkan pemeriksaan petugas medis, tidak ditemukan adanya tanda tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban.
Sementara menurut keterangan istrinya, korban memiliki riwayat penyakit jantung.
“Diduga korban meninggal dunia akibat serangan jantung.” kata Kapolsek.
Masih menurut Kapolsek bahwa ahli waris korban menerima kematian korban sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi yang dinyatakan dengan membuat surat pernyataan.
“Selanjutnya jenazah korban kami serahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan,” kata Kapolsek Kedungadem AKP Matsuis Wanto. (red/imm)
Penulis: Tim Redaksi
Editor: Imam Nurcahyo
Publisher: Imam Nurcahyo
Story ini telah di-publish di: https://beritabojonegoro.com
