Konten Media Partner

Dinas Pertanian Bojonegoro Budidaya Bunga Krisan

Berita Bojonegoroverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pembibitan bunga Krisan di Desa Klino, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro. (foto: istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Pembibitan bunga Krisan di Desa Klino, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro. (foto: istimewa)

Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bojonegoro, mulai melakukan pembibitan atau membudidayakan bunga Krisan di Desa Klino, Kecamatan Sekar.

Dalam pembibitan tersebut, sebanyak 5.000 bibit bunga krisan ditanam di dalam rumah kasa atau screenhouse seluas 200 meter persegi.

Desa Klino menjadi desa percontohan budidaya bunga krisan karena lokasinya berada di kaki Gunung Pandan yang iklim dan ketinggian yang sesuai sebagai syarat untuk pertumbuhan bunga krisan, yaitu kurang lebih 500 meter di atas permukaan lau t(MDPL).

Pembibitan bunga Krisan di Desa Klino, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro. (foto: istimewa)

Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DKPP) Kabupaten Bojonegoro, Imam Nurhamid, pada Kamis (03/06/2021) mengatakan bahwa bibit bunga krisan tersebut didatangkan langsung dari Kabupaten Sleman, Jogjakarta.

Menurutnya, pembibitan tersebut merupakan bentuk kerjasama Pemkab Bojonegoro dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balai Penelitian dan Pengengbangan Pertanian (Balitbangtan) Jogjakarta.

“Pembibitan mulai dilakukan dari tanggal 25 Mei 2021. Sekarang sudah berjalan tiga minggu. Minggu depan ada agenda lagi untuk melihat tanaman yang sudah tidak tumbuh,” tutur Imam Nurhamid.

Imam berharap ke depan ada varietas baru untuk bunga krisan agar Bojonegoro memiliki varietas khusus khas Bojonegoro.

Imam menambahkan bahwa lokasi pembibitan bunga krisan di Desa Klino sesuai dengan perencanaan kawasan, di mana kelak akan dibangun exit tol sudetan jalur tol Solo-Surabaya, melalui tol Ngawi, Caruban, Nganjuk.

"Sesuai harapan Bupati Bojonegoro, Desa Klino, bisa menjadi tempat budidaya bunga krisan." kata Imam Hurhamid.

Masih menurut Imam, dalam pembibitan tersebut pihaknya menggandeng ibu-ibu Kelompok Tani Wanita Mekar Sari, Desa Klino, Kecamatan Sekar, dengan memanfaatkan tanah kas desa (TKD).

"Jenis varietas yang dibudi dayakan saat ini antara lain, Sasikirana, Puspita Nusantara, Socakawani, Trissa Abrihorti, Kineta, Green Song, dan Shieena." kata Imam Hurhamid.

Bunga dengan nama ilmiah Chrysanthemum ini, selain dibuat tanaman hias pekarangan juga bisa diolah menjadi minuman teh krisan. Krisan pada awalnya bunga liar, karena keindahan dan manfaat kini memiliki nilai ekonomis dan mulai dibudidayakan. (adv/imm)

Editor: Imam Nurcahyo

Publisher: Imam Nurcahyo

Story ini telah dipublish di: https://beritabojonegoro.com