News
·
15 Juni 2021 16:06
·
waktu baca 2 menit

DLH Bojonegoro Lakukan Pengujian Air Sungai Bengawan Solo yang Diduga Tercemar

Konten ini diproduksi oleh Berita Bojonegoro
DLH Bojonegoro Lakukan Pengujian Air Sungai Bengawan Solo yang Diduga Tercemar (23106)
searchPerbesar
Petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro saat mengambil sampel air di Bendung Gerak di Desa Padang, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro. (foto: dan/beritabojonegoro)
Bojonegoro - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro pada Selasa (15/06/2021) lakukan pengambilan sample air Sungai Bengawan Solo yang beberapa hari ini diduga tercemar oleh limbah dari hulu, untuk dilakukan pengujian di laboratorium.
ADVERTISEMENT
Pengujian tersebut dilakukan guna mengetahui apakah air sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut saat ini telah melebihi ambang batas baku mutu yang diizinkan atau belum, sehingga nantinya diketahui apakah air sungai tersebut berbahaya atau tidak, jika dikonsumsi manusia atau hewan.
Pengambilan sample dilakukan di dua lokasi yaitu di Bendung Gerak di Desa Padang, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, dan di Jembatan eks kereta pai atau Jembatan Cincim, di Desa Kalisari, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro.
DLH Bojonegoro Lakukan Pengujian Air Sungai Bengawan Solo yang Diduga Tercemar (23107)
searchPerbesar
Petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro saat mengambil sampel air di Jembatan Cincim, di Desa Kalisari, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro. (foto: dan/beritabojonegoro)
Kepala Dinas Lingkunga Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro, Drs Hanafi MM, kepada awak media ini pada Selasa (15/06/2021) menuturkan bahwa setelah mendapat laporan terkait kondisi air sungai Bengawan Solo yang berubah warna menjadi cokelat kehitam-hitaman, pihaknya lansung melakukan pengambilan sampel air Bengawan Solo di dua titik yang baerbeda, untuk dilakukan uji laboratorium, di Laboratorium Lingkungan, di Kabupaten Tuban.
ADVERTISEMENT
"Kita ambil dari 2 titik yakni di Bendung Gerak, Desa Padang, Kecamatan Trucuk, dan Jembatan Cincim, Desa Kalisari, Kecamatan Baureno," kata Hanafi.
Menurutnya, pengambilan sample ini dilakukan guna mengetahui kandungan air Sungai Bengawan Solo apakah berbahaya apa tidak apabila dikonsumsi langsung oleh manusi atau binatang.
"Setelah dilakukan uji lab, nantinya akan kita ketahui apakah air Sungai Bengawan Solo tercemar bahan apa saja," kata Hanafi.
Saat ditanya kapan hasil uji laboratorium tersebut diketahui, Hanafi menjelaskan bahwa hasilnya baru akan keluar sekitar 14 hari. Sementara menurutnya, kondisi air Sungai Bemgawan Solo saat ini sudah berwarna coklat karena adanya hujan yang turun beberapa hari belakangan.
"Air Sungai Bengawan Solo kan dinamis. Karena beberapa hari terakhir ada hujan, jadinya berpengaruh juga dan sekarang kondisi airnya sudah berwarna coklat normal." kata Hanafi.
ADVERTISEMENT
Diberitakan sebelumnya, kondisi air Sungai Bengawan Solo, khusunya di wilayah bagian barat Kabupaten Bojonegoro, beberapa hari terakhir ini diduga tercemar limbah, karena kondisi airnya berubah warna menjadi coklat kehitam-hitaman.
Belum diketahui secara pasti asal limbah yang mengakibatkan sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut airnya berubah warna, numun diduga limbah tersebut berasal dari wilayah hulu sungai dan dipastikan asal limbah tersebut bukan berasal dari wilayah Kabupaten Bojonegoro. (dan/imm)
Reporter: Dan Kuswan
Editor: Imam Nurcahyo
Publisher: Imam Nurcahyo
Story ini telah dipublish di: https://beritabojonegoro.com
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020