Donasi dari Pembaca kumparan untuk Janda Miskin di Tuban Disalurkan

Konten Media Partner
10 Agustus 2022 16:49
·
waktu baca 4 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Wartawan beritabojonegoro.com, Ayu Fadillah, didampingi Danramil dan Kapolsek Jenu, serta Sekdes Sumurgeneng, saat serahkan donasi dari pembaca kumparan kepada ahli waris Mbah Srilah. Rabu (10/08/2022), (foto: dok istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Wartawan beritabojonegoro.com, Ayu Fadillah, didampingi Danramil dan Kapolsek Jenu, serta Sekdes Sumurgeneng, saat serahkan donasi dari pembaca kumparan kepada ahli waris Mbah Srilah. Rabu (10/08/2022), (foto: dok istimewa)
ADVERTISEMENT
Tuban - Melalui Campaign kumparanDerma berjudul Hidup Layak untuk Janda Miskin di Tuban, telah terkumpul dana Rp 2.789.530 dari 57 donatur pembaca kumparan.
ADVERTISEMENT
Melalui media partner kumparan, yaitu beritabojonegoro.com, donasi itu disalurkan kepada ahli waris Mbah Srilah di rumahnya, di Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Rabu (10/08/2022), karena Mbah Srilah ternyata telah meninggal dunia pada bulan November 2021 lalu.
Donasi yang awalnya direncanakan untuk pengobatan itu akhirnya dialihkan sebagai uang duka bagi ahli waris yang ditinggalkan.
Wartawan beritabojonegoro.com, Ayu Fadillah, didampingi Danramil dan Kapolsek Jenu, serta Sekdes Sumurgeneng, saat serahkan donasi dari pembaca kumparan kepada ahli waris Mbah Srilah. Rabu (10/08/2022), (foto: dok istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Wartawan beritabojonegoro.com, Ayu Fadillah, didampingi Danramil dan Kapolsek Jenu, serta Sekdes Sumurgeneng, saat serahkan donasi dari pembaca kumparan kepada ahli waris Mbah Srilah. Rabu (10/08/2022), (foto: dok istimewa)
Mbah Srilah, begitu ia biasa dipanggil. Perempuan berusia 80 tahun ini hidup sebatang kara di tengah tetangganya yang menerima uang miliaran rupiah dari ganti rugi lahan untuk proyek Kilang Tuban atau New Grass Root Refinery (NGRR).
Namun, karena tidak memiliki sawah atau tanah yang terdampak proyek Kilang Tuban, Mbah Srilah tidak mendapat ganti rugi pembebasan lahan proyek tersebut.
ADVERTISEMENT
Mbah Srilah tinggal di rumah dengan ukuran 3 kali 4 meter, dengan rangka dari kayu, dinding dari kayu dan triplek, atap dari asbes, serta lantai dari semen. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, Mbah Srilah menggantungkan pemberian anaknya yang bernama Darmiun, dan belas kasihan dari para tetangganya.
Saat berkunjung di rumah Mbah Srilah di Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, untuk menyalurkan donasi dari pembaca kumparan, kedatangan awak media ini di rumah Darmiun diterima oleh istrinya yang bernama Siti Kasiyah, karena Darmiun sedang bekerja.
Turut hadir dalam penyaluran donasi dari pembaca kumparan tersebut, Danramil Jenu Kapten Arh Sudiono, Kapolsek Jenu AKP Gunawan Wibisono, dan Sekretaris Desa (Sekdes) Sumurgeneng, Siti Asiyah.
Wartawan beritabojonegoro.com, Ayu Fadillah (kanan), saat foto bersama dengan ahli waris (menantu) Mbah Srilah, Siti Kasiyah. Rabu (10/08/2022), (foto: dok istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Wartawan beritabojonegoro.com, Ayu Fadillah (kanan), saat foto bersama dengan ahli waris (menantu) Mbah Srilah, Siti Kasiyah. Rabu (10/08/2022), (foto: dok istimewa)
Siti Kasiyah, menantu dari Mbah Srilah menyampaikan bahwa Mbah Srilah telah meninggal pada bulan November tahun 2021 lalu.
ADVERTISEMENT
Dirinya menyampaikan terima kasih kepada pembaca kumparan yang telah memberikan donasi kepada Mbah Srilah. Ia mengaku tak menyangka jika donasi tersebut diberikan kepadanya.
"Saya ucapkan terima kasih. Semoga Allah yang membalas kebaikan untuk semuanya, nanti uang ini saya gunakan untuk pengajiannya Mbah Srilah memperingati satu tahunnya," ucap Siti Kasiyah, usai menerima donasi dari pembaca kumparan.
Siti Kasiyah mengatakan, almarhum Mbah Srilah sebelumnya memang tinggal sendiri karena menolak hidup dengan putranya lantaran sudah memiliki keluarga sendiri dan tak mau merepotkan putranya.
Menurutnya, Mbah Srilah memiliki dua anak, yaitu Darmiun yang tinggal satu desa dengan Mbah Srilah, dan seorang anak lagi yang tinggal di desa lain.
"Tapi setiap hari saya yang kirim makan untuk ibu (Mbah Srilah), tak ajak ke sini tidak mau," ucapnya.
ADVERTISEMENT
Menurut Siti Kasiyah, di akhir hayatnya Mbah Srilah sering sakit-sakitan hingga akhirnya meninggal dunia.
"Mulai biaya pengobatan dan pemakaman kami yang mengurus." kata Siti Kasiyah.
Sekdes Sumurgeneng Siti Aisyah mengatakan, mewakili Pemdes Sumurgeneng dirinya mengucapkan terima kasih kepada pembaca kumparan yang telah memberikan donasi kepada almarhum Mbah Srilah, yang telah diterima oleh ahli warisnya yaitu Darmiun yang diwakilkan kepada istrinya Siti Kasiyah.
"Memang semua biaya pengobatan, pemakaman, dan kirim doa sudah dibiayai oleh anaknya, Bapak Darmiun, sehingga donasi yang telah diberikan semoga dapat bermanfaat bagi keluarga yang ditinggalkan," ucap Sekdes Sumurgeneng Siti Aisyah.
Sementara itu, Kapolsek Jenu AKP Gunawan Wibisono sangat mengapresiasi atas penggalangan dana yang dilakukan oleh media kumparan, untuk almarhum Ibu Srilah.
ADVERTISEMENT
"Saya juga menyampaikan terima kasih kepada kumparan. Semoga uang donasi dari pembaca kumparan ini dapat bermanfaat bagi keluarga dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya," tutur Kapolsek Jenu AKP Gunawan Wibisono.
Sekadar diketahui, donasi dari pembaca kumparan ini terkumpul setelah kisah Mbah Srilah tayang di beritabojonegoro.com dan kumparan pada Jumat (26/02/2021) lalu.
Selanjutnya melalui program Campaign kumparanDerma berjudul Hidup Layak untuk Janda Miskin di Tuban, mengajak para pembaca kumparan untuk mengulurkan bantuan untuk Mbah Srilah agar bisa hidup layak di usia senja.
Dari program tersebut, terdapat 57 pembaca kumparan yang terketuk hatinya untuk berdonasi, hingga akhirnya terkumpul dana sebesar Rp 2.789.530, yang selanjutnya donasi tersebut disalurkan hari ini kepada ahli waris Mbah Srilah, karena yang bersangkutan telah meninggal dunia. (ayu/imm)
ADVERTISEMENT
Reporter: Ayu Fadillah SIKom
Editor: Imam Nurcahyo
Publisher: Imam Nurcahyo
Story ini telah dipublish di: https://beritabojonegoro.com
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020