HOAX, Informasi Kebakaran SPBU Medalem Bojonegoro

Bojonegoro - Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bojonegoro, pada Selasa (12/03/2019) malam, memastikan bahwa informasi peristiwa kebakaran, yang menimpa SPBU Medalem, turut Desa Prayungan Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro, adalah berita bohong atau hoax.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bojonegoro, Andik Sujarwo SSTP MM, ketika dihubungi media ini menjelaskan, bahwa pada awalnya Dinas Damkar Bojonegoro menerima informasi dari seorang anggota grup WhatsApp, yang menginformasikan sekaligus menanyakan, apakah telah terjadi kebakaran di SPBU Medalem, dengan disertai video peristiwa kebakaran.
Selanjutnya, Dinas Pemadam Kebakaan Pos Bojoengoro dan Pos Baureno, langsung merespon informasi tersebut, dengan mengirimkan masing-masing satu unit mobil pemadam kebakaran, ke lokasi yang disebutkan, dengan maksud untuk melakukan pemadaman.
“Ternyata informasi tersebut tidak benar. Saat petugas sampai di SPBU Medalem, ternyat tidak terjadi kebakaran,” tutur Andik Sujarwo.
VIDEO SPBU KEBAKARAN. Yang semula disebut di SPBU Medalem, Desa Prayungan Kecamatan Sumberrejo Bojonegoro, yang terbakar pada Selasa (12/03/2019) malam. Namun saat petugas pemadam kebakaran Kabupaten Bojonegoro sampai di SPBU tersebut, ternyata informasi tersebut bohong atau HOAX.
Menyikapi kejadian tersebut, Andik Sujarwo mengimbau kepada warga masyarakat di Kabupaten Bojonegoro, agar berhati-hati dalam memberikan informasi, khususnya terkait kejadian kebakaran.
Menurutnya, apabila menerima informasi yang belum tentu kebenarannya, hendaknya melakukan pengecekan terlebih dahulu, sebelum menyebarkan lagi pada orang lain.
"Kalau mendapatkan informasi jangan mudah percaya dan jangan langsung menyebarkan atau di share. Kalaupun mau menyebarkan, cek dulu kebenarannya," tuturnya mengimbuhkan.
Melalui media ini Andik Sujarwo juga berpesan kepada anggota grup-grup WhatsApp, apabila memberi informasi kejadian kebakaran harus benar benar valid, dari mana informasi tersebut diterima atau siapa pemberi informasi, di mana lokasi kebakaran dan kapan terjadiannya kebakaran tersebut.
“Karena setiap ada informasi kejadian kebakaran, anggota pemadam kebakaran sudah mengambil risiko yang tinggi di jalan, menuju lokasi kebakaran.” tutur Andik Sujarwo.
Pihaknya juga berpesan agar masyarakat jangan merasa yang paling cepat mendapatkan informasi, kemudian tanpa melakukan pengecekan, langsung menyebarkan kembali kepada orang lain atau kepada grup-grup WhatsApp yang lain.
“Petugas pemadam kebakaran akan merespon setiap kali ada laporan kebakaran. Sehingga diharapkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memberikan informasi terkait kejadian kebakaran,” pungkasnya. (red/imm)
Penulis: Imam Nurcahyo
Artikel ini telah dipublish di: https://beritabojonegoro.com
Dengan judul: Dinas Damkar Bojonegoro Imbau Masyarakat Hati-Hati Sampaikan Informasi Kebakaran
