Konten Media Partner

Jembatan Glendeng Penghubung Bojonegoro-Tuban Kembali Ditutup Total

Berita Bojonegoroverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Situasi Jembatan Glendeng di Desa Simo Kecamatan Soko Kabupaten Tuban, yang ditutup total karena sedang dibangun. (foto: istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Situasi Jembatan Glendeng di Desa Simo Kecamatan Soko Kabupaten Tuban, yang ditutup total karena sedang dibangun. (foto: istimewa)

Bojonegoro - Jembatan Glendeng, yang membentang di atas Sungai Bengawan Solo, yang menghubungkan Kabupaten Tuban dan Bojonegoro, yang berada di Desa Simo Kecamatan Soko Kabupaten Tuban, pada Selasa (03/11/2020) lalu mengalami kerusakan.

Selanjutnya, setelah dibuat jembatan darurat, mulai Jumat (01/01/2021), akses jembatan tersebut dibuka khusus hanya untuk kendaraan roda dua dan pejalan kaki, mulai Kamis (09/09/2020), jembatan tersebut kembali ditutup total, baik untuk kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat.

Penutupan jembatan tersebut karena akan mulai diperbaiki, sehingga jembatan tersebut tidak bisa dilalui oleh kendaraan maupun pejalan kaki. Rencananya proses perbaikan jembatan tersebut ditargetkan selesai dalam waktu kurang lebih 4 bulan.

Petugas Dinas Perhubungan Kabupaten Bojonegoro, saat lakukan penutupan akses Jembatan Glendeng, di sisi Bojonegoro. (foto: istimewa)

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bojonegoro, Andik Sudjarwo, melalui sambungan telepon selulernya menjelaskan bahwa sehubungan dengan dimulainya perbaikan Jembatan Glendeng, maka diberitahukan kepada masyarakat bahwa jembatan tersebut ditutup total mulai Kamis 9 September 2021 pukul 00.00 WIB.

"Mulai dini hari tadi anggota sudah memasang rambu-rambu penutupan Jembatan Glendeng," tutur Andik Sujarwo. Kamis (09/09/2020).

Selanjutnya untuk kendaraan roda dua dapat mengambil jalur alternatif melalui jalan poros desa Menilo, baik dari arah Bojonegoro ataupun Tuban. Sementara untuk kendaraan roda empat dan atau lebih, dapat melewati jalur alternatif Jembatan Kaliketek-Ponco.

"Diimbau kepada masyarakat untuk selalu menaati rambu-rambu lalu lintas dan selalu berhati-hati dalam berkendara." tutur Andhik Sudjarwo.

Andik menjelaskan bahwa Dinas Perhubungan bersama-sama Sat Lantas Polres Bojonegoro masih akan melaksanakan penjagaan di sejumlah lokasi yang mengarah ke Jembatan Glendeng tersebut.

"Kita bersama Sat Lantas Polres Bojonegoro masih tetap melaksanakan penjagaan di lokasi Jembatan Glendeng, termasuk di TGP dan Banjarsari," kata Andik Sudjarwo.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Tuban, Agung Supriyadi mengatakan, bahwa proses pembangunan Jembatan Glendeng ditargetkan selama kurang lebih 4 bulan.

"Rencananya proses pembangunan kurang lebih 4 bulan, mulai tanggal 6 September sampai 24 Desember 2021," tutur Agung Supriyadi.

Agung menambahkan, saat ini pihaknya sudah mulai melakukan sejumlah tahapan untuk proses pembangunan jembatan tersebut.

Menurutnya, pembangunan Jembatan Glendeng ini mencakup dua item, yaitu yang pertama pembangunan jembatan penghubung sepanjang 20 meter di sisi Desa Simo, Kecamatan Soko, dan yang kedua perbaikan Jembatan Glendeng yang mengalami kerusakan.

"Jadi jembatan yang rusak akan diangkat untuk diperbaiki, lalu ditambahi jembatan penghubungnya ke arah utara,” tutur Agung Supriyadi. (ayu/imm)

Reporter: Ayu Fadillah

Editor: Imam Nurcahyo

Publisher: Imam Nurcahyo

Story ini telah dipublish di: https://beritabojonegoro.com