Konten Media Partner

Kreatif, Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Ini Sulap Limbah Jadi Rupiah

Berita Bojonegoroverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Peralatan makan dan aneka suvenir produksi Sri Utami, di Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro. (foto: utami/dok pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Peralatan makan dan aneka suvenir produksi Sri Utami, di Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro. (foto: utami/dok pribadi)

Bojonegoro - Tak ada rotan, akar pun jadi. Sepertinya pepatah ini tepat dengan apa yang dilakukan oleh ibu rumah tangga asal Desa Sukorejo Kecamatan Bojonegoro Kabupaten Bojonegoro, Sri Utami (38). Kreativitasnya dalam mengubah limbah kayu menjadi aneka kerajinan dan aksesori patut diacungi jempol.

Di Desa Sukorejo, Bojonegoro, khususnya di Jalan Brigjen Sutoyo, merupakan daerah produksi mebel kayu. Di sinilah Utami tinggal. Ia mengolah limbah kayu jati menjadi aneka kerajinan dan aksesori wanita sejak tahun 2016. Usaha rumahan milik Utami dinamakan Guweeng Art.

"Setiap hari kami produksi. Bahan bakunya memang dari limbah kayu jati," kata Utami, kepada awak media ini. Kamis (04/03/2021).

Sri Utami, dengan aneka suvenir produksinya di sebuah acara pameran. (foto: utami/dok pribadi)

Dibantu dengan tiga orang karyawannya, Utami membuat aneka benda seperti gantungan kunci, tas, suvenir nikah, peralatan makan, kalung dan lainnya. Selain material kayu jati, Utami juga menggunakan rotan, kulit telur, dan bahan lainnya. Dalam sebulan Utami mampu meraup omzet sekitar Rp 3 juta.

Ketika adanya pandemi ini, penjualannya menurun drastis. Namun kini usahanya mulai membaik.

"Pada awal-awal pandemi, omzet merosot tajam. Kami tidak bisa mengirim ke mana mana. Tapi di awal tahun ini alhamdulillah mulai baik lagi," kata Utami.

Untuk harga produk yang dijual Utami sangat bervariasi. Tergantung ukuran dan kerumitan dalam pembuatannya. Untuk suvenir kayu harganya cukup terjangkau mulai dari Rp 5.000 saja.

Selain menjalani bisnis ini, Utami juga sering diundang untuk memberikan pelatihan pembuatan kerajinan untuk masyarakat. Pesertanya mulai dari anak-anak, remaja hingga orang dewasa. Pelatihan yang diberikan sesuai dengan permintaan penyelenggara.

"Kendala yang dihadapi adalah sumber daya manusia dan pemasaran," kata Utami.

Dalam hal ini, usahanya memang mengedepankan kreativitas, sehingga sulit untuk menemukan pekerja yang seperti itu. Kendala lainnya adalah bagaimana memasarkan produknya agar dikenal lebih luas.

Bila ada pembaca yang membutuhkan suvenir atau kerajinan kayu yang unik bisa datang langsung ke Jalan Brigjend Sutoyo Gang Cholil, Desa Sukorejo RT 002 RW 001, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro. Bisa juga menghubungi nomor telepon +62 853-3599-4916 atau +62 815-1561-5566. (ver/imm)

Reporter: Vera Astanti

Editor: Imam Nurcahyo

Publisher: Imam Nurcahyo

Story ini telah dipublish di: https://beritabojonegoro.com