Konten Media Partner

Mayat yang Ditemukan di Bengawan Solo, Bojonegoro, Belum Teridentifikasi

Berita Bojonegoroverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas saat melakukan visum mayat laki-laki yang ditemukan mengapung di aliran sungai Bengawan Solo, di wilayah Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro. Rabu (17/03/2021) (foto: istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Petugas saat melakukan visum mayat laki-laki yang ditemukan mengapung di aliran sungai Bengawan Solo, di wilayah Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro. Rabu (17/03/2021) (foto: istimewa)

Bojonegoro - Sesosok mayat laki-laki yang ditemukan mengapung di aliran sungai Bengawan Solo turut wilayah Desa Sarirejo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, Rabu (17/03/2021) sekira pukul 09.30 WIB pagi, hingga saat ini belum teridentifikasi atau identitasnya masih belum diketahui.

Saat ini, jenazah korban disimpan di ruang pendingin kamar mayat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr R Sosodoro Djatikoesomo Bojonegoro. Aparat kepolisian masih berupaya mengetahui identitas korban dengan menyebarkan informasi kepada masyarakat melalui polsek dan polres jajaran serta melalui media arus utama maupun media sosial.

Jika sampai Jumat (19/03/2021) masih belum ada pihak keluarga yang mengambil jenazah korban, maka jenazah tersebut akan dimakamkan di pemakaman milik RSUD dr Sosodoro Bojonegoro di Desa Sukorejo Bojonegoro Kota.

kumparan post embed

Informasi yang diperoleh awak media ini dari tim medis RSUD dr Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro, dr Syafri S, ciri-ciri mayat jenis kelamin laki-laki, kulit sawo matang, rambut lurus pendek, panjang mayat 179 sentimeter, umur diperkirakan 50 hingga 60 tahun. Saat ditemukan, korban mengenakan kaos warna hitam dan tidak memakai celana namun menggunakan ikat pinggang.

"Ciri-ciri khusus korban memiliki cambang dan kaki korban berbulu lebat," kata dr Syafri.

Dokter Syafri menjelaskan bahwa tidak ditemukan kartu identitas pada diri korban. Sementara pemeriksaan sidik jari korban tidak terdeteksi, sehingga hingga saat ini pihaknya masih belum mengetahui identitas dari mayat tersebut.

"Sidik jari korban tidak terdeteksi karena banyak nodul yang terputus diduga dimakan binatang air," kata dr Syafri.

Dokter Syafri menjeolaskan bahwa korban diperkirakan meninggal kurang dari 5 hari dan telam mengalami proses pembusukan.

"Tidak ada tanda tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban," kata dr Syafri.

Lebih lanjut dr Syafri.menuturkan bahwa hingga Rabu (17/03/2021) pukul 17.00 WIB petang ini, masih belum ada pihak yang mengaku sebagai keluarga atau kerabat korban.

Melalui media ini, pihaknya meminta bantuan kepada masyarakat di Bojonegoro maupun di luar Bojonegoro, apabila mengenal atau mengetahui identitas korban, dimohon bantuannya untuk segera menghubungi pihak kepolisian atau langsung menghubungi RSUD dr Sosodoro Bojonegoro.

“Saat ini jenazah korban berada di kamar mayat RSUD dr Sosodoro Bojonegoro.” kata dr Syafri.

Menurut dr Syafri, jika sampai hari Jumat (19/03/2021) masih belum ada pihak yang mengambil jenazah korban, maka jenazah tersebut akan dimakamkan di pemakaman milik RSUD dr Sosodoro Bojonegoro di Desa Sukorejo, Bojonegoro Kota.

“Kalau sampai Jumkat belum ada pihak keluarga yang mengambil jenazah tersebut, maka akan kami makamkan,' kata dr Syafri. (red/imm)

Reporter: Tim Redaksi

Editor: Imam Nurcahyo

Publisher: Imam Nurcahyo

Story ini telah dipublish di: https://beritabojonegoro.com