ODP di Blora Kembali Berkurang Jadi 448 Orang, PDP dan Positif Nihil

Blora - Hingga Senin (06/04/2020) pukul 10.47 WIB, jumlah ODP eksis di Kabupaten Blora sebanyak 448 orang yang tersebar di 16 kecamatan di Kabupaten Blora, atau berkurang sebanyak 21 orang jika dibanding dengan hari sebelumnya.
Dengan demikian, selama dua hari berturut-turut, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) virus corona (Covid-19) di Kabupaten Blora alami penurunan.
Sementara untuk pasien dalam pengawasan (PDP) dan pasien positif, tidak ada perubahan atau hingga saat ini masih nihil.
Secara kumulatif jumlah ODP di Kabupaten Blora hari ini mencapai 577 orang, atau terdapat penambahan ODP baru sebanyak 5 orang dari ODP sebelumnya yaitu sebanyak 572 orang. Sementara jumlah kumulatif ODP yang dinyatakan selesai dalam pemantauan hari ini total sebanyak 129 orang, atau bertambah 26 orang dari jumlah jumlah kumulatif hari sebelumnya yaitu 103 orang.
Sekda Komang Gede Irawadi SE MSi menyampaikan update kondisi terkini tentang persebaran dan penanganan virus Corona atau Covid-19 di Kabupaten Blora bahwa hingga Senin (06/04/2020) belum ada yang terkonfirmasi positif.
“Alhamdulillah hingga hari ini belum ada yang terkonfirmasi positif, artinya Blora masih aman. PDP nya juga belum ada. Namun demikian kewaspadaan harus terus dilakukan karena ODP masih banyak mencapai 448 orang jumlah ini mengalami penurunan jika di banding hari,“ tutur Sekda Komang Gede Irawadi.
Sekda menyampaikan bahwa hingga hari ini jumlah pemudik di Kabupaten Blora dari berbagai kota di tanah air berjumlah 13.429 orang.
“Kami minta para pemudik ini bisa melakukan isolasi diri secara mandiri di rumah selama 14 hari. Jangan keluar rumah dulu, sebelum empat hari. Karena empat belas hari ini adalah masa inkubasi virus yang ditetapkan Pemerintah. Jika sudah empat belas hari tidak ada gejala, maka baru bisa dikatakan para pemudik ini sehat,” kata Sekda.
Kepada masyarakat Blora,Sekda mengajak untuk bersama sama melakukan pola hidup bersih dan sehat, hal ini bisa di terapkan pada keluarga dan lingkungan sekitar.
“Jangan lupa cuci tangan dengan sabun, gunakan masker, jaga jarak, dan kurangi berpergian. Serta segera periksa jika kurang enak badan,” tuturnya mengimbuhkan
Sekda menjelaskan pemerintah daerah sedang menghitung kebutuhan untuk meringankan beban masyarakat akibat dampak yang disebabkan wabah covid-19 ini.
“Kami juga akan buat pokja dampak sosial, ekonomi,dan kesehatan sehingga harapan kami semua masyarakat yang terkena dampak wabah ini bisa kita bantu bersama,” kata Sekda
Kepada kepala desa dan seluruh perangkatnya sekda juga mengucapkan terimakasih dimana mereka telah membangun posko posko dan selalu mensosialisasikan kepada masyarakatnya.
“Terimakasih kepada semua pihak yang telah ikut bergotong royong dalam mengatasi wabah ini, semoga wabah ini segera selesai,” ucap Sekda Komang Gede Irawadi. (teg/imm)
Reporter: Priyo SPd
Editor: Imam Nurcahyo
Publisher: Imam Nurcahyo
Artikel ini telah terbit di: https://beritabojonegoro.com
