Konten Media Partner

Pemkab Bojonegoro Gelar Bimtek Rencana Bisnis Sektor Riil pada Pengurus KDMP

Berita Bojonegoroverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bimbingan Teknis (Bimtek) Rencana Bisnis Sektor Riil bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Bojonegoro. Selasa (23 /09/2025) (Aset: Istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Bimbingan Teknis (Bimtek) Rencana Bisnis Sektor Riil bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Bojonegoro. Selasa (23 /09/2025) (Aset: Istimewa)

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Dindagkop UM), menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Rencana Bisnis Sektor Riil bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di kabupaten setempat

Acara yang digelar di Ruang Rapat Angling Dharma Pemkab Bojonegoro tersebut rencananya diselenggarakan selama dua hari, mulai 23-24 September 2025, dan dibuka secara langsung oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono.

Melalui kegiatan ini diharapkan KDMP dapat semakin memperkuat kapasitas kelembagaan dan menjalankan rencana bisnis sektor riil secara lebih profesional.

Selain Bimtek, dalam acara ini secara simbolis juga diserahkan Akta Pendirian kepada perwakilan Pengurus KDMP yang hadir.

Bimbingan Teknis (Bimtek) Rencana Bisnis Sektor Riil bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Bojonegoro. Selasa (23 /09/2025) (Aset: Istimewa)

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Dindagkop UM) Kabupaten Bojonegoro Retno Wulandari dalam sambutannya menjelaskan bahwa Bimbingan Teknis (Bimtek) Rencana Bisnis Sektor Riil untuk KDMP ini digelar selama dua hari, yaitu pada tanggal 23-24 September 2025.

“Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini diikuti oleh seluruh Ketua KDMP dari 28 kecamatan se-Kabupaten Bojonegoro.” tutur Retno Wulandari.

Retno menjelaskan bahwa dalam kegiatan ini para peserta mendapatkan pembekalan langsung dari narasumber yang terdiri dari Bupati Bojonegoro, Kejaksaan Negeri, Komisi B DPRD Bojonegoro, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, PT Pupuk Indonesia, PT ID Food, Bulog, dan Pertamina.

Menurut Retno, melalui kegiatan ini diharapkan KDMP dapat semakin memperkuat kapasitas kelembagaan dan menjalankan rencana bisnis sektor riil secara lebih profesional.

“Sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan di Kabupaten Bojonegoro.” tutur Retno Wulandari.

Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono dalam sambutannya menyampaikan bahwa KDMP merupakan program Pemerintah Pusat untuk memberikan kesejahteraan kepada masyarakat desa dan menggali potensi lokal yang ada di desa masing-masing dengan didukung oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan instansi negara lain yang telah ditunjuk

“Jadi prinsipnya menjaga kebutuhan di desa dan menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang mandiri dan berdampak untuk memberikan kesejahteraan masyarakat desa.” tutur Bupati Setyo Wahono.

Bupati menuturkan bahwa Bimtek ini dilaksanakan agar Pengurus KDMP dapat memastikan kebutuhan pokok apa saja yang diperlukan masyarakat desa, kemudian terkait potensi lokal apa yang bisa di-eksplore atau dijual dengan terbentuknya jaringan KDMP.

“Harapan saya ke depan negara memberikan konsep bahwa pasar itu akan dibantu dan dipermudah dengan adanya jaringan KDMP ini,” kata Bupati.

Pada kesempatan tersebut Bupati meminta Pengurus KDMP memperhatikan betul terkait konsep bisnis termasuk permodalannya, dan payung hukumnya agar betul-betul dipahami, serta jangan sampai ada yang terlewat, sehingga akhirnya KDMP ini tidak bisa berjalan.

“Saya harap dari Bimtek KDMP ini peluang apa yang bisa diambil oleh KDMP dan potensi lokal apa yang ada di desa masing-masing.” tutur Bupati Setyo Wahono.

Di hari pertama, Selasa (23/09/2025), acara diikuti 218 desa dan kelurahan dari 12 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro, yaitu: Kecamatan Balen, Baureno, Bojonegoro, Bubulan, Dander, Gayam, Gondang, Kalitidu, Kanor, Kapas, Kedungadem, dan Kecamatan Kepohbaru.

Sementara di hari kedua Rabu (24/09/2025) acara diikuti 212 desa dari 16 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro, yaitu:

Kecamatan Kasiman, Kedewan, Malo, Margomulyo, Ngambon, Ngasem, Ngraho, Padangan, Purwosari, Sekar, Sugihwaras, Sukosewu, Sumberrejo, Tambakrejo, Temayang, dan Kecamatan Trucuk. (red/imm)

Reporter: Tim Redaksi

Editor: Imam Nurcahyo

Publisher: Imam Nurcahyo

Story ini telah di-publish di: https://beritabojonegoro.com