Polisi Akan Lakukan Penyelidikan atas Aduan Korban Arisan Online di Bojonegoro

Konten Media Partner
17 November 2022 18:03
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Korban arisan online, saat mendatangi Polres Bojonegoro. Kamis (17/11/2022) (Foto: Dok. Istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Korban arisan online, saat mendatangi Polres Bojonegoro. Kamis (17/11/2022) (Foto: Dok. Istimewa)
ADVERTISEMENT
Bojonegoro - Kepolisian resor (Polres) Bojonegoro, pada Kamis (17/11/2022), telah menerima aduan dari korban investasi bodong berkedok arisan online, yang dikelola oleh DYP atau Dessy (26), warga Dusun Bulu, Desa Ngraho, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
ADVERTISEMENT
DYP atau Dessy, dilaporkan karena semula berjanji akan mengembalikan uang para anggota atau member-nya pada tanggal 1 November 2022 lalu, namun dia justru kabur dari rumahnya dan belum diketahui keberadaannya.
Menanggapi aduan tersebut, polisi telah meminta keterangan para pelapor atau korban dan akan melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.
Irul (36) warga Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, saat beri keterangan di Polres Bojonegoro. Kamis (17/11/2022) (Foto: Dok. Istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Irul (36) warga Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, saat beri keterangan di Polres Bojonegoro. Kamis (17/11/2022) (Foto: Dok. Istimewa)
Kasat Reskrim Polres Bojonegoro, AKP Girindra Wardana Akbar Ramdhani membenarkan bahwa hari ini ada beberapa korban yang melaporkan adanya penipuan investasi bodong yang berkedok arisan yang mengakibatkan total kerugian ratusan juta. Menurutnya, penanganan kasus tersebut saat ini masih dalam dalam tahap penyelidikan.
“Hari ini kami terima pengaduan para pelapor atau korban. Kita mintai keterangan awal dari para korban,” ucap Kasat Reskrim. Kamis (17/11/2022).
ADVERTISEMENT
AKP Girindra menambahkan bahwa untuk klarifikasi pengaduan tersebut, pihaknya akan melakukan pemeriksaan kepada para korban atau pelapor arisan online. Dari keterangan para korban, selanjutnya pihaknya akan mendalami dan melakukan penyelidikan lebih lanjut.
“Dari Sat Reskrim secepatnya melakukan pemeriksaan para korban atau pelapor. Nanti akan kita lihat bukti-bukti pendukung serta segala macamnya. Kita cek dan masih akan kita dalami lebih lanjut," kata Kasat Reskrim.
Salah satu korban bernama Irul (36) warga Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro mengaku dirinya bersama korban yang lainnya membuat laporan ke Polres Bojonegoro karena sudah habis rasa kesabarannya, karena Dessy tidak ada itikad baik.
"Kita kesal karena dia itu kabur dan tidak ada tanggung jawab. Kita laporkan untuk minta keadilan dari Polres Bojonegoro," ucap Irul.
ADVERTISEMENT
Irul menjelaskan bahwa jumlah korban atau anggota arisan yang dirugikan oleh Dessy ada sekitar 200 orang, dengan total kerugian mencapai Rp 1,3 miliar.
"Sudah sejak akhir bulan Juni mulai macet tidak terbayar. Ada yang dicicil, ada yang diabaikan sama sekali. Total ada sekitar 1,3 miliar rupiah dari keseluruhan korban arisan," kata Irul. (*/din/imm)
Reporter: Didin Alfian ST
Editor: Imam Nurcahyo
Publisher: Imam Nurcahyo
Story ini telah di-publish di: https://beritabojonegoro.com
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020