Puluhan Hektare Padi Petani di Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, Diserang Hama

Konten Media Partner
22 Februari 2021 19:18
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Puluhan Hektare Padi Petani di Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, Diserang Hama (20534)
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi tanaman padi milik warga Desa Tengger, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, yang diserang hama wereng dan penggerek batang. (foto: dan/beritabojonegoro)
ADVERTISEMENT
Bojonegoro - Serangan hama wereng dan penggerek batang atau sundep, menyerang tanaman padi milik petani di sejumlah kecamatan di Kabupaten Bojonegoro, salah satunya di Kecamatan Ngasem.
ADVERTISEMENT
Di kecamatan tersebut, setidaknya ada 35 hektare tanaman padi petani yang diserang hama, tersebar di 6 desa, yaitu Desa Tengger, Desa Wadang, Desa Bareng, Desa Trenggulunan, Desa Sendangharjo, dan Desa Jampet.
Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro, Sugiono, ditemui awak awak media Senin (22/02/2021) menjelaskan bahwa di Kecamatan Ngasem, tanaman padi petani yang paling parah diserang hama ada 6 desa, yaitu Desa Tengger, Desa Wadang, Desa Bareng, Desa Trenggulunan, Desa Sendangharjo, dan Desa Jampet.
"Dari total luas lahan 350 hektare, setidaknya 10 persen tanaman padi petani atau sekitar 35 hektare yang diserang hama wereng. Tidak hanya hama wereng saja akan tetapi tanaman padi petani juga diserang hama penggerek batang," kata Sugiono.
ADVERTISEMENT
Puluhan Hektare Padi Petani di Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, Diserang Hama (20535)
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi tanaman padi milik warga Desa Tengger, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, yang diserang hama wereng dan penggerek batang. (foto: dan/beritabojonegoro)
Sugiono mengatakan bahwa Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro telah berupaya melakukan gerakan pengendalian hama dan penyakit di wilayah tersebut. Menurutnya, dari 6 desa tersebut ada 3 desa, yaitu Desa Wadang, Desa Jampet, dan Desa Bareng, yang sudah melaksanakan gerakan pengendalian (Gerdal) sebagai upaya untuk pencegahan hama. Sementara untuk tiga desa yang lain, saat ini masih proses kordinasi dengan pemerintah desa dan para petani.
"Selain itu juga dilakukan upaya pencegahan secara swadaya oleh masyarakat agar serangan hama tersebut tidak semakin meluas." kata Sugiono.
Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada para petani di Kabupaten Bojonegoro agar ikut Ansuransi Usaha Tani Padi (AUTP). "Nanti kami akan memfasilitasi hal tersebut." kata Sugiono.
ADVERTISEMENT
Sementara Itu Kepala Desa Tengger, Asngari, mengatakan bahwa ada beberapa petani di desanya yang tanaman padinya diserang hama wereng. Menurutnya, selain hama wereng, sejumlah tanaman padi warga juga ada yang diserang hama penggerek batang.
"Di sini ada dua petak yang diserang hama wereng dan kesemuanya hangus atau hampir habis." kata Asngari.
Pihaknya kawatir jika hama tersebut dibiarkan akan berimbas pada hasil produksi petani. Untuk itu pihaknya berharap pada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro agar lebih serius menanangani hama tersebut.
"Mmemang dalam hal ini pihak Dinas Pertanian sudah melakukan sejumlah nupaya, akan tetapi kami berharap dapat lebih ditingkatkan lagi," kata Asngari.
Diberitakan sebelumnya, setidaknya ada sekitar 100 hektare tanaman padi di Dukuh Tawing, Dukuh Dempol, dan Dukuh Wotanngare, Desa Wotanngare, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, diserang hama wereng, sehingga para petani terancam merugi karena produksinya dipastikan menurun.
ADVERTISEMENT
Para petani hanya mengaku pasrah dengan adanya hama wereng yang menyerang tanaman padi milik mereka. Sementara menurut para petani belum ada upaya dari pemerintah atau dinas terkait guna membantu permasalahan para petani tersebut. (dan/imm)
Reporter: Dan Kuswan SPd
Editor: Imam Nurcahyo
Publisher: Imam Nurcahyo
Story ini telah dipublish di: https://beritabojonegoro.com
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020