Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.99.0
Konten Media Partner
Seorang Pemotong Kayu di Trucuk Meninggal Dunia, Terbentur Pohon Yang Roboh Saat Ditebang
4 Agustus 2017 18:09 WIB
Diperbarui 14 Maret 2019 21:16 WIB

ADVERTISEMENT
Oleh Imam Nurcahyo
Trucuk - Heri Prasetyo (38), warga Dusun Kepoh Desa Sendangrejo RT 005 RW 003 Kecamatan Parengan Kabupaten Tuban, pada Jumat (04/08/2017) sekira pukul 10.30 WIB pagi tadi, meninggal dunia akibat terbentur pohon mahoni yang roboh usai ditebang oleh korban. Saat itu korban sedang menggergaji pohon mahoni, di tanah pekarangan milik Mulyoto, warga Desa Mori RT 001 RW 001 Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro.
ADVERTISEMENT
Kapolsek Trucuk, AKP Singgih Sujianto SH, kepada media ini menjelaskan bahwa kronologi peristiwa tersebut bermula, pada Jumat (04/08/2017), sekira pukul 08.00 WIB, korban memulai untuk menggergaji pohon mahoni bersama dengan rekannya, Sutrisno bin Sukram (37), warga Desa Mori Kecamatan Trucuk dan Ashari bin Samiadun (56), warga Desa Menilo Kecamatan Soko Kabupaten Tuban. “Saat itu posisi korban berada di sebelah selatan pohon sedangkan saksi Sutrisno berada di sebelah utara pohon.” terang Kapolsek.

Kapolsek menambahkan, pada saat pohon mahoni yang ditebang tersebut roboh, ujung bagian bawah pohon mental keatas dan membentur bagian kepala korban, sehingga korban juga terpental ke arah selatan. “Pohon mahoni yang digergaji berbentuk agak melengkung atau sedikit bengkok sehingga saat pohon tersebut roboh, batang bagian bawah mental keatas.” lanjut AKP Singgih.
ADVERTISEMENT
Mengetahui kejadian tersebut, kedua rekan korban, Sutrisno dan Ashari, berupaya memberikan pertolongan terhadap korban. “Korban segera dibawa ke Puskesmas Trucuk, namun sesampainya di Puskesmas, korban dinyatakan sudah meninggal dunia dan kejadian tersebut selanjutnya dilaporkan ke Polsek Trucuk,” terang Kapolsek.
Mendapati laporan tersebut, Kapolsek bersama anggota segera mendatangi lokasi kejadian, guna melakukan identifikasi dan olah TKP.
Kapolsek menambahkan, setelah dilakukan musyawarah dengan keluarga dan istri korban, keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi yang dinyatakan dengan membuat surat pernyataan, tidak akan melakukan penuntutan kepada siapapun dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah kecelakaan, sewaktu korban menggergaji pohon mahoni.
“Istri korban membuat surat pernyataan tidak akan melakukan penuntutan kepada siapapun dan memerima atas kejadian kecelakaan tersebut,” lanjut Kapolsek.
ADVERTISEMENT
Selanjutnya setelah dibuatkan berita-acara, jenazah korban diserahkan kepada keluarganya untuk proses pemakaman. (inc/imm).