Konten dari Pengguna

Dari Desa untuk Indonesia : Inovasi Produk dan Re-Packaging UMKM Desa Sukamaju

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari beritafiphal unida tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pelatihan Re-Packaging Produk UMKM Keripik Ibu Pitri (4/7/2026)
zoom-in-whitePerbesar
Pelatihan Re-Packaging Produk UMKM Keripik Ibu Pitri (4/7/2026)

BOGOR – Inovasi produk dan kemasan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Menjawab kebutuhan tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Djuanda menyelenggarakan Pelatihan Inovasi Produk dan Re-Packaging Aneka Keripik UMKM bagi pelaku usaha di Desa Sukamaju, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Tahun 2026 berdasarkan Nomor Kontrak Induk: 207/C3/DT.05.00/PM/2026. Program tersebut diketuai oleh Arti Hastuti, S.T.P., M.T.P. dari Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Ilmu Pangan Halal, Universitas Djuanda.

Pelatihan menghadirkan Tiara Amanda Lestari, S.T.P., M.T.P. sebagai narasumber yang membahas strategi inovasi produk dan pembaruan kemasan (re-packaging) untuk meningkatkan nilai jual aneka keripik yang diproduksi oleh UMKM Desa Sukamaju.

Menurut Tiara Amanda Lestari, inovasi merupakan langkah penting agar produk UMKM mampu mengikuti perkembangan tren pasar dan memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin dinamis.

"Produk yang berkualitas perlu didukung dengan inovasi dan kemasan yang menarik. Kemasan bukan hanya berfungsi sebagai pelindung produk, tetapi juga menjadi identitas merek sekaligus media komunikasi kepada konsumen," jelas Tiara saat menyampaikan materi.

Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai pengembangan varian produk, peningkatan kualitas bahan baku, strategi diferensiasi produk, hingga penyusunan identitas merek (branding). Selain itu, peserta juga dikenalkan pada konsep re-packaging yang mengedepankan kemasan modern, informatif, higienis, dan memiliki daya tarik visual sehingga mampu meningkatkan minat beli konsumen.

Tidak hanya menerima materi, para pelaku UMKM juga mengikuti sesi praktik dan diskusi mengenai evaluasi kemasan yang selama ini digunakan. Peserta diajak menganalisis kelebihan dan kekurangan kemasan lama, kemudian merancang konsep kemasan baru yang lebih sesuai dengan karakteristik produk dan kebutuhan pasar.

Pelatihan ini mendapat sambutan positif dari para pelaku UMKM. Sebagian besar peserta mengaku baru memahami bahwa desain kemasan memiliki pengaruh besar terhadap keputusan pembelian konsumen dan citra produk di pasar.

Ketua Program Pengabdian kepada Masyarakat, Arti Hastuti, S.T.P., M.T.P., menjelaskan bahwa penguatan UMKM tidak cukup hanya melalui peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga perlu didukung oleh inovasi produk dan pengemasan yang memberikan nilai tambah.

"Melalui kegiatan ini kami berharap pelaku UMKM mampu menghasilkan produk yang tidak hanya berkualitas dari sisi rasa, tetapi juga memiliki tampilan yang profesional sehingga mampu bersaing di pasar modern maupun digital," ujarnya.

Inovasi dan Re-Packaging UMKM Keripik Ibu Pitri

Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Universitas Djuanda dalam mendampingi UMKM agar semakin adaptif terhadap perkembangan industri pangan. Dengan meningkatnya kemampuan pelaku usaha dalam melakukan inovasi produk dan re-packaging, diharapkan produk-produk unggulan Desa Sukamaju dapat menjangkau pasar yang lebih luas, meningkatkan nilai ekonomi, serta berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat.

Pelatihan ini juga memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam mendorong terciptanya UMKM yang inovatif, berdaya saing, dan mampu menjadi penggerak ekonomi lokal yang berkelanjutan.**