Konten dari Pengguna

UMKM Desa Sukamaju Perkuat Pemasaran : Pelatihan BMC dan Digital Marketing

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari beritafiphal unida tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pelatihan Pemasaran Digital dan BMC
zoom-in-whitePerbesar
Pelatihan Pemasaran Digital dan BMC

BOGOR – Transformasi digital menjadi peluang besar bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk. Menjawab tantangan tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Djuanda menggelar Pelatihan Strategi Pemasaran Produk Keripik Berbasis Business Model Canvas (BMC) dan Digital Marketing bagi pelaku UMKM di Desa Sukamaju, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Tahun 2026, dengan judul Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan melalui Inovasi Olahan Singkong dan Ubi untuk Mendukung Ketahanan Pangan Nasional di Desa Sukamaju berdasarkan Nomor Kontrak Induk 207/C3/DT.05.00/PM/2026. Program tersebut diketuai oleh Arti Hastuti, S.T.P., M.T.P., dosen Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Ilmu Pangan Halal, Universitas Djuanda.

Pelatihan menghadirkan Syaima Lailatul Mubarokah, S.P., M.Si. sebagai narasumber yang membahas penyusunan strategi bisnis menggunakan Business Model Canvas (BMC) serta pemanfaatan digital marketing untuk meningkatkan daya saing produk keripik UMKM.

Dalam pemaparannya, Syaima menjelaskan bahwa Business Model Canvas merupakan alat yang membantu pelaku usaha memetakan model bisnis melalui sembilan elemen utama, mulai dari segmen pelanggan, nilai tambah produk (value proposition), saluran pemasaran, hubungan dengan pelanggan, hingga strategi pendapatan dan pengelolaan biaya usaha.

"Pelaku UMKM perlu memahami model bisnis yang jelas agar mampu mengambil keputusan yang tepat dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan," ujar Syaima saat menyampaikan materi.

Selain itu, peserta juga dibekali strategi pemasaran digital melalui pemanfaatan media sosial, marketplace, teknik membangun branding, pembuatan konten promosi, hingga cara meningkatkan interaksi dengan pelanggan melalui platform digital.

Pelatihan berlangsung secara interaktif dengan metode penyampaian materi, diskusi, studi kasus, dan praktik penyusunan Business Model Canvas sesuai kondisi usaha masing-masing peserta. Para pelaku UMKM juga didampingi menyusun strategi pemasaran digital yang dapat langsung diterapkan untuk memperluas jangkauan pasar produk keripik mereka.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Banyak pelaku UMKM mengaku baru memahami pentingnya perencanaan model bisnis dan pemasaran digital sebagai bagian dari pengembangan usaha. Selama ini, sebagian besar peserta masih mengandalkan pemasaran secara konvensional dan promosi dari mulut ke mulut.

Ketua Program Pengabdian kepada Masyarakat, Arti Hastuti, S.T.P., M.T.P., mengatakan bahwa peningkatan kualitas produk perlu diimbangi dengan kemampuan pelaku usaha dalam menyusun strategi bisnis yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

"UMKM tidak hanya dituntut menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga mampu memasarkan produknya secara efektif. Melalui Business Model Canvas dan digital marketing, pelaku usaha diharapkan memiliki strategi yang lebih terarah untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing," ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Djuanda berharap pelaku UMKM Desa Sukamaju semakin siap menghadapi persaingan pasar, mampu memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pemasaran, serta mengembangkan usaha secara profesional dan berkelanjutan.

Pelatihan UMKM Keripik Ibu Pitri Desa Sukamaju

Program ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam mendorong lahirnya UMKM yang inovatif, mandiri, dan berdaya saing, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.**