kumparan
22 Agu 2019 23:54 WIB

Buntut Insiden Papua, FKPPI Kota Surabaya Pecat Tri Susanti

Surabaya (beritajatim.com) – Pengurus Dewan (PD) XIII Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan TNI/Polri (FKPPI) Jawa Timur, Pimpinan Cabang (PC) 1330 FKPPI Kota Surabaya dan FKPPI daerah se-Jatim merapatkan barisan di Hotel Singgasana, Kota Surabaya, menjelang Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) pada Sabtu (24/8/2019).
ADVERTISEMENT
Dalam sesi konferensi pers pada Kamis malam (22/8/2019), keluar keputusan mengejutkan terkait keberadaan pengurus FKPPI Kota Surabaya, Tri Susanti (Mak Susi), yang berada di depan Asrama Mahasiswa Papua (AMP), Jalan Kalasan, Kota Surabaya, sebagai Korlap Massa Aksi.
Ketua PC 1330 FKPPI Kota Surabaya, Hengki Jajang Permana, kepada wartawan menegaskan pihaknya pada malam ini telah memutuskan untuk mencabut keanggotaan Tri Susanti dari FKPPI Kota Surabaya.
“Saudari Tri Susanti adalah Wakil Ketua PC 1330 FKPPI Kota Surabaya. Kami telah putuskan untuk mencabut yang bersangkutan dari keanggotaan. Besok akan kami panggil saudari Tri Susanti di kantor untuk diberitahukan suratnya. Masih ada ruang untuk klarifikasi. Tapi keputusan sudah final dan tidak bisa berubah,” kata Hengki.
ADVERTISEMENT
Ketua PD XIII FKPPI Jatim, Gatot Sudjito, dalam kesempatan yang sama juga menegaskan pihaknya tidak akan memberikan pendampingan atau advokasi hukum kepada Tri Susanti.
"Apa alasan utama sehingga dipecat? Ini karena daya kejutnya luar biasa dan mengganggu stabilitas keamanan hingga menyebabkan perpecahan bangsa,” tegas Gatot yang juga anggota DPR RI dari Partai Golkar ini.
Terkait alasan Tri Susanti yang turun ke Asrama Mahasiswa Papua karena terpanggil setelah mengetahui Bendera Merah Putih yang dibuang di selokan, Gatot menjelaskan, hingga saat ini bukti tersebut belum ada dan belum jelas siapa yang bertanggung jawab.
Diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Fadli Zon, juga mengaku tidak tahu informasi yang menyebut Tri Susanti (Mak Susi) Korlap Aksi Ormas Surabaya yang mendatangi Asrama Mahasiswa Papua (AMP) adalah mantan Caleg Gerindra untuk DPRD Kota Surabaya.
ADVERTISEMENT
“Saya tidak tahu dan akan melakukan investigasi,” tegas Fadli Zon kepada wartawan saat mendatangi Asrama Mahasiswa Papua (AMP), Jalan Kalasan, Kota Surabaya, Rabu (21/8/2019).
Mak Susi telah menyampaikan permintaan maaf di hadapan media. Hal ini terkait adanya salah satu demonstran yang meneriakkan kalimat rasis saat aksi di AMP.
Mak Susi memberikan alasan, jika pihaknya mendatangi AMP hanya untuk membela Merah Putih yang isunya dirusak hingga dibuang ke selokan.
“Kami atas nama masyarakat Surabaya dan dari rekan-rekan ormas menyampaikan permohonan maaf, apabila ada masyarakat atau pihak lain yang sempat meneriakkan itu,” kata Susi di Markas Kepolisian Daerah Jatim, Selasa (20/8/2019).
Selain itu, Mak Susi menegaskan, pihaknya juga tak melakukan pengusiran kepada mahasiswa. Dia hanya ingin bendera Merah Putih dapat berkibar di AMP.
ADVERTISEMENT
Mak Susi yang merupakan warga Kenjeran, Kota Surabaya, ini pernah menjadi saksi Prabowo-Sandi dalam sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) beberapa bulan lalu. [tok/suf]
Aktivis FKPPI Tri Susi. Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·