Konten dari Pengguna

Gunung Bromo Erupsi, Abu dan Bau Belerangnya Landa 1 Desa

beritajatimcom

beritajatimcomverified-green

Portal berita update Jawa Timur, Surabaya, Malang, Banyuwangi, Jember, Madura, Kediri, Bojonegoro, Madiun, Malang, Gresik, Sidoarjo. Ngawi, Tuban, Lamongan, Trenggalek, Tulunggagung, Pacitan, Situbondo, Kota Batu dan lain-lain

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari beritajatimcom tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Potret Gunung Bromo saat erupsi. Foto: Dok. BNPB
zoom-in-whitePerbesar
Potret Gunung Bromo saat erupsi. Foto: Dok. BNPB

Malang (beritajatim.com)–Hujan abu tipis akibat erupsi Gunung Bromo terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Malang hingga pukul 20.46 wib, Jumat (19/7/2019).

Warga di Desa Ngadas dan Gubuklakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, masih merasakan hujan abu vulkanis.

"Di desa Gubuklakah terasa bau belerang. Hujan abu juga masih turun meski tidak terlalu tebal volumenya,” ungkap Ali Usman, warga Desa Gubuklakah, Poncokusumo, Jumat (19/7/2019).

Ali yang juga Anggota Taruna Siaga Bencana (Taruna) Kabupaten Malang menjelaskan abu vulkanis menutupi teras rumah tetangganya di Desa Gubuklakah.

Abu tipis di teras rumah warga pasca-erupsi Gunung Bromo. Foto: Dok: Beritajatim

Sementara itu, sumber data dari Pos Pengamatan Gunung Bromo yang dikeluarkan KESDM, Badan Geologi, dan PVMG, menyebutkan telah terjadi erupsi Gunung Bromo pada tanggal 19 Juli 2019 pukul 16:37 WIB. Namun, tinggi kolom abu tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 37 milimeter dan durasi sekitar 7 menit 14 detik.

Saat ini, Gunung Bromo berada pada Status Level II (Waspada). Masyarakat di sekitar Gunung Bromo dan pengunjung atau wisatawan maupun pendaki diimbau tidak diperbolehkan memasuki kawasan dalam radius 1 km dari kawah aktif. [yog/but]