News
·
7 September 2019 17:35

Operasi SAR Ditutup, 2 Penumpang KMP Santika Nusantara Belum Ditemukan

Konten ini diproduksi oleh beritajatimcom
Operasi SAR Ditutup, 2 Penumpang KMP Santika Nusantara Belum Ditemukan (42014)
Gresik (beritajatim.com) - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) telah menutup operasi pencarian korban KMP Santika Nusantara, Jumat (6/9). Namun, masih ada dua korban yang hingga kini belum ditemukan.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan data percent on boat (POB), penumpang KMP Santika Nusantara berjumlah 314 orang. Penumpang yang dievakuasi sebanyak 312 orang, sementara penumpang selamat 308 orang. Dari 4 orang yang meninggal dunia, 2 di antaranya masuk dalam daftar pencarian.
Kepala Basarnas Kota Surabaya, Prasetyo Budiarto, mengatakan selama 17 hari Basarnas bersama tim gabungan telah mengevakuasi dan mencari korban penumpang KM Santika Nusantara yang terbakar di Kepulauan Masalembu sekitar pukul 20.45 WIB, Jumat (23/8).
Sebelum operasi ditutup, Basarnas kembali menemukan satu korban tewas yang berada di dek kendaraan yang terparkir di dalam kapal.
"Korban kami evakuasi setelah bangkai KMP Santika Nusantara ditarik dari lokasi kejadian lalu disandarkan di dermaga PT Indonesia Marina Shipyard (IMS),” kata Prasetyo kepada wartawan di Media Center Posko Operasi SAR KMP Santika Nusantara di kantor PT IMS Gresik, Jawa Timur, Sabtu (7/9).
ADVERTISEMENT
Prasetyo mengatakan, saat mengevakuasi penumpang, tim Basarnas juga dibantu beberapa kapal yang melintas di Kepulauan Masalembu. Sehingga, dalam operasi penyelamatan itu, 90 persen alia sebagian besar penumpang berhasil dievakuasi.
"Meski operasi pencarian korban di dalam kapal telah dihentikan. Namun, apabila masih ada jasad korban yang tertinggal. Kami secepatnya mengevakuasi. Sedangkan untuk identifikasinya tim DVI Polda Jatim yang akan menangani,” kata Prasetyo.
Prasetyo menambahkan, ada beberapa kendala saat melakukan evakuasi KMP Santika Nusantara. Selain arus laut dan gelombang tinggi yang sangat kuat. EPIRB atau emergency position indicating (alat pendeteksi kapal) milik KMP Santika Nusantara tidak berfungsi. Padahal, keberadaan alat tersebut sangat membantu guna mengetahui posisi kapal saat dalam keadaan bahaya.
"Berdasarkan laporan, EPIRB milik KMP Santika Nusantara tidak berfungsi, dan baru diketahui posisinya pada malam hari pukul 20.45 WIB saat terjadinya kebakaran,” ujar Prasetyo.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, perwakilan tim Disaster Victims Identification (DVI) Polda Jatim, dr. Yurika, mengatakan jasad korban KMP Santika Nusantara yang ditemukan di dek kendaraan berjenis kelamin laki-laki.
"Saat kami identifikasi jasad korban sudah parah dan sulit dikenali karena mengalami luka bakar,” kata Yurika. [dny/ted]