Berbaur dan Kholifah Sama-Sama Klaim Menang di Pilkada Pamekasan

Pamekasan (beritajatim.com) - Pasangan Badrut Tamam dan Raja'e (Berbaur) maupun pasangan KH Kholilurrahman dan Fathor Rohman (Kholifah) sama-sama mengklaim memenangi pertarungan di pilkada Pamekasan yang digelar serentak Rabu (27/6/2018) kemarin.
Kedua pasangan calon bupati dan wakil bupati Pamekasan tersebut, mengklaim memenangi pertarungan dalam rangka pesta demokrasi lima tahunan tingkat kabupaten di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam berdasar hasil hitung cepat alias quick qount yang dilakukan tim survei internal masing-masing.
Berdasat hasil quick qount Poltrack Institute Indonesia yang digelar di Hotel Odaita Jl Raya Sumenep 88 Pamekasan, pasangan Berbaur unggul 54,8 persen dari pasangan Kholifah yang mendapat 45,2 persen suara dari total sebanyak 680.392 orang yang terdata dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).
"Alhamdulillah kita sudah menyelesaikan hitungan quick qount dan real count (internal tim) untuk pilbup, dalam hal ini alhamdulillah Berbaur total mendapat sebanyak 228.861 suara dan Kholifah mendapatkan sebanyak 206.633 suara. Berdasar real count (internal), kita menang 41.200 suara," kata Ketua Tim Pemenangan Berbaur Ali Wafa Subki, Rabu malam.
Tidak hanya itu, pihaknya mengakui pasangan Berbaur juga hanya kalah di tiga kecamatan dari total sebanyak 13 kecamatan di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam. "Dari 13 kecamatan, kita hanya kalah di tiga kecamatan," sambung pria yang akrab disapa Ra Ali.
"Pertama di kecamatan Palengaan kita kalah sebanyak 3.679, kecamatan Waru kalah sebanyak 3.748 dan Pagantenan kita kalah 1.614. Jadi dari jumlah tersebut jika di prosentase, pasangan berbaur unggul 54,8 persen. Sedangkan pasangan Kholifah 42,5 persen," tegasnya.
Hal senada juga disampaikan pasangan Kholifah, mereka mengklaim unggul atas pasangan Berbaur berdasar hasil hitung cepat tiga lembaga survei yang dilakukan timnya. "Di JTV, quick count yang dihasilkan Kholifah mendapat 48,4 persen dan Berbaur 47,6 persen. Artinya quick qount yang dihasilkan Kholifah menang dengan angka tipis, yakni 0,80 persen," klaim Kholilurrahman.
Selain itu, ia juga menyampaikan hasil dua lembaga survei lain yang dijadikan sebagai acuan sekaligus penunjang dari hasil survei pertama. "Berdasar quick qount internal, Kholifah unggul 2,44 persen. Sedangkan dari Lembaga Kajian dan Research atau Lakar, Kholifah 53,4 persen dan Berbaur 46,6 persen. Dengan demikian Kholifah di atas Berbaur 6,80 persen," ungkapnya.
"Itu merupakan hasil quick qount dari tiga lembaga survei, dan kami yakin di tiga quick count ini Kholifah menang. Insya' Allah kita menang di angka 7 persen, sejalan dengan perjalanan waktu kami punya keyakinan hasil perolehan Kholifah valid," tegasnya.
Saat ini pihaknya tengah intens melakukan entery data dari sejumlah wilayah yang tersebar di Pamekasan, khususnya data perolehan suara di masing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS). "Saat ini kita sedang melakukan entery data, insya' Allah hasilnya tidak jauh dengan hasil quick qount," tegasnya.
Menanggapi hal itu, Ketua KPU Pamekasan Mohammad Hamzah menyampaikan sangat wajar para pasangan calon maupun tim pendukung mengklaim menang dalam proses pemilu. Hanya saja semuanya masih tergantung dari hasil real qount di instansi yang dipimpinnya.
"Soal itu (klaim kemenangan masing-masing pasangan calon) kami kira wajar, apalagi hal itu merupakan hak dari masing-masing pasangan calon maupun tim pemenangan. Tapi semuanya nanti baru diketahui setelah dilakukan quick qount," kata Mohammad Hamzah kepada beritajatim.com, Kamis (28/6/2018).
Dari itu pihaknya berharap kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya para pasangan calon maupun tim pendukung dan tim simpatisan agar tetap menjaga kondusifitas pelaksanaan pilkada. "Seperti kita tahu, hasil quick qount itu bisa saja tepat atau bahkan bisa salah. Sekalipun sebagian juga ada yang selisih tipis, tergantung metode dan teknik lainnya," pungkasnya. [pin/ted]
