Pencarian populer

FKUB Malang Ajak Pendukung Jokowi dan Prabowo Rajut Persatuan

Malang (beritajatim.com) – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Malang mengajak seluruh pendukung Jokowi-KH.Makruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno, bergandengan tangan. Merajut kebersamaan dan persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Pilpres telah usai. Mari kita seluruh anak bangsa, baik pendukung Pak Jokowi dan Pak Prabowo untuk kembali bersatu. Kita rajut kebersamaan membangun negeri ini kembali,” terang Ketua FKUB Kabupaten Malang, KH.Romadlon Chotib, Kamis (23/5/2019) malam.

Menurut Romadlon, menyikapi keputusan KPU yang telah menyampaikan kesimpulan akhir dari kerjanya, FKUB Kabupaten Malang sudah menggelar pertemuan dengan tokoh lintas agama. Dari pertemuan ini, FKUB mengapresiasi KPU atas jerih payahnya dalam menggelar Pemilu secara baik dan sungguh-sungguh.

“Mudah mudahan kinerja KPU dari tingkat bawah sampai pusat semua dibalas oleh Tuhan yang maha kuasa atas kinerjanya yang baik, dengan balasan yang sebaik-baiknya. Begitu juga kepada Bawaslu, Kepolisian, TNI dan semua yang telah berperan mensukseskan pemilu, semua mendapat imbalan kebaikan dari Tuhan yang maha kuasa,” tegas Romadlon.

FKUB Kabupaten Malang juga menyampaikan selamat pada pasangan Jokowi dan KH.Makruf Amin selaku Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024. “Semoga Pak Jokowi dan KH.Makruf Amin bisa menjalankan tugas mengabdinya dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan Rakyat, bangsa dan negara. Kepada yang belum terpilih, kami selalu berdoa, semoga beliau semua, dan pendukungnya diberi kesabaran, sehingga Tuhan akan memberi kebaikan yang lain kepada beliau semua, atau diangkat derajatnya pada posisi lain yang lebih bermanfaat,” urai Romadlon.

Ia menambahkan, seandainya masih ada sisa masalah yang belum selesai, FKUB mendukung untuk diselesaikan melalui mekanisme hukum yang berlaku. Karena Indonesia negara hukum. “Kami sangat menghimbau dengan selesainya pemilu, mari kita rajut kembali tugas dan aktifitas kita masing-masing untuk bersama mengisi kemerdekaan Indonesia dengan jati diri sebagai bangsa yang terkenal santun, damai, bersahabat meski kita berbeda. Namun tetap satu kesatuan, yaitu Bhineka Tunggal Ika,” tandasnya.

Masih kata Romadlon, perbedaan adalah merupakan keniscayaan, bahkan itu pemberian Tuhan yang harus dihormati. “Maka menjunjung tinggi nilai perbedaan (bukan dijadikan permusuhan) adalah sebuah nilai ibadah yang sangat tinggi di sisi Tuhan, karena itu sesuai dengan kehendak Tuhan,” Romadlon mengakhiri. [yog/suf]

Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.60