Konten Media Partner

Gadis 16 Tahun Tewas dengan Leher Tersayat

beritajatimcomverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gadis 16 Tahun Tewas dengan Leher Tersayat
zoom-in-whitePerbesar

Malang (beritajatim.com) - Seorang gadis berumur 16 tahun di Kabupaten Malang, diduga jadi korban pembunuhan sadis. Korban berinisial VS, warga Desa Mentaraman, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, pertama kali ditemukan tergeletak di depan loket masuk kawasan Pantai Ngliyep, Jumat (29/12/2017), dengan kondisi leher nyaris putus.

Belum diketahui penyebab kematian korban. Setelah dievakuasai dari lokasi kejadian, korban langsung dibawa ke IGD RSUD Kanjuruhan, Kepanjen. Karena banyak kehilangan darah, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia setibanya di IGD.

Sudarsono (45), ayah Tiri korban ditemui di RSUD Kanjuruhan menceritakan, korban setiap harinya ikut orang tua kandungnya di Donomulyo. “Dia anak tiri saya. Ibunya istri saya sejak 4 tahun lalu,” ungkap Sudarsono sembari terisak tangis.

Di Donomulyo, korban ikut ayah kandungnya. “Saya bertemu terakhir satu bulan yang lalu. Saya tidak menyangka begini keadaanya, saya pikir tadi cuma sakit biasa,” kata Sudarsono.

Sudarsono sendiri tinggal bersama istri yang juga ibu kandung dari korban di Jalan Bromo, Kepanjen, sebagai penjual kopi. Ia mengaku, anak tirinya pulang ke Donomulyo sejak sebulan lalu naik motor. “Anak saya ini masih pelajar SMK kelas satu. Sekolahnya di daerah Sumberpucung, Karangkates. Saya hanya tahu dia pergi ke pantai Ngliyep hari ini. Tapi sama siapa saya nggak tahu,” ujarnya.

Polisi dari Polsek Donomulyo kini masih menyelidiki kasus ini. Korban saat ini masih berada di Kamar Jenasah RSUD Kanjuruhan untuk selanjutnya, dibawa ke RSSA Malang untuk dilakukan otopsi. (yog/kun)