Konten Media Partner

Konten Kreator Makassar Bangun Personal Branding

beritajatimcomverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Regina Angelina Budiono Konter Kreator Makassar
zoom-in-whitePerbesar
Regina Angelina Budiono Konter Kreator Makassar

Makassar– Nama Regina Angelina Budiono mulai dikenal sebagai salah satu konten kreator Makassar yang konsisten membangun personal branding lewat gaya hidup sehat, podcast inspiratif, hingga eksplorasi di dunia akting.

Mahasiswi Universitas Teknologi Nusantara Bogor yang kini tinggal di kawasan Pengayoman ini menilai proses jauh lebih penting dibanding sekadar validasi.

Di tengah tren dunia kreatif yang kian diminati generasi muda, Regina memilih jalur konsistensi sebagai fondasi. Ia tak hanya mengejar popularitas, tetapi berusaha membangun citra diri yang positif dan berdampak.

Lari Jadi Me Time dan Ruang Refleksi Diri

Bagi Regina, olahraga lari bukan sekadar aktivitas fisik. Ia menjadikannya sebagai waktu refleksi sekaligus cara menjaga kesehatan mental.

“Karena lari itu menjadi me time buat aku. Aku bisa merefleksi diri sendiri, pikiran jadi lebih tenang. Lari membuat aku bisa mengenali diri sendiri dan melepas stres. Hidup kan kita harus punya kegiatan yang positif,” ujarnya.

Regina biasanya berlari sebelum berangkat kerja. Rutinitas pagi itu bukan hanya menjaga kebugaran, tetapi juga membantu menjaga suasana hati agar tetap stabil sepanjang hari. Ia pun memanfaatkan momen tersebut sebagai bagian dari konten edukasi tentang pentingnya pola hidup sehat.

Menurutnya, olahraga bukan soal mengejar target fisik semata, melainkan tentang membangun disiplin dan mencintai diri sendiri.

Eksplorasi Diri Lewat Dunia Akting

Selain aktif sebagai konten kreator, Regina juga menekuni dunia akting. Ketertarikannya pada kamera sudah tumbuh sejak duduk di bangku kelas 6 SD, ketika pertama kali memiliki ponsel.

“Dari kecil saya sudah suka depan kamera. Waktu mulai memerankan beberapa karakter, saya sadar ternyata saya bisa memainkan peran yang berbeda dari karakter asli saya,” katanya.

Dalam mendalami karakter, Regina selalu membaca naskah secara menyeluruh dan memahami latar belakang cerita. Tantangan terbesar justru muncul saat harus memainkan karakter yang berlawanan dengan kepribadiannya.

“Misalnya saya orangnya energik dan pemarah, lalu harus memerankan karakter mellow. Itu susah banget. Tapi kuncinya memahami emosi dari peran tersebut,” jelasnya.

Ia juga melatih kemampuan improvisasi melalui teknik spontan dan roleplay agar aktingnya terasa lebih natural. Ke depan, Regina ingin memerankan karakter kompleks yang memiliki sisi gelap namun tetap berwibawa, karena menurutnya setiap manusia memiliki banyak sisi dalam diri.

Dalam perjalanannya, Regina mengaku terinspirasi oleh aktris Indonesia Dian Sastrowardoyo yang dinilainya tetap rendah hati meski berada di puncak karier.

“Meski sudah di atas, beliau tetap low profile dan baik ke orang. Itu tidak mudah,” tuturnya.

Ia juga belajar banyak dari drama Korea Sky Castle yang mengangkat tekanan orang tua terhadap anak dalam menentukan masa depan. Dari tayangan tersebut, Regina memahami bahwa validasi bukanlah segalanya dan setiap individu berhak menentukan jalannya sendiri.

Podcast Jadi Ruang Ekspresi Paling Jujur

Tak hanya aktif di media sosial, Regina juga serius mengembangkan podcast sebagai ruang berbagi cerita dan gagasan. Berbeda dengan akting yang menuntut peran tertentu, podcast menjadi wadah paling jujur untuk mengekspresikan diri.

“Kalau di podcast, saya tidak buat-buat. Saya berbagi hal-hal positif, saya suka bercerita dan berbagi informasi bermanfaat ke audiens,” ungkapnya.

Ia menekankan pentingnya komunikasi dua arah agar konten terasa lebih engaging.

“Kita sebagai podcaster juga harus belajar mendengar, jangan hanya berbicara. Dengan begitu audiens merasa dihargai,” tambahnya.

Proses Lebih Penting dari Validasi

Di tengah tekanan media sosial yang kerap mengedepankan angka dan pengakuan, Regina memegang teguh satu prinsip hidup: proses lebih penting daripada validasi.

“Apapun yang aku lakukan, proses lebih penting daripada validasi. Dengan berproses dan bertumbuh, pasti orang akan mengakui perjuangan kita,” tegasnya.

Ia pun berpesan kepada generasi muda, khususnya Gen Z, agar tidak terburu-buru membangun citra semata.

“Jangan terburu-buru membangun citra. Bangun dulu karakter yang positif. Personal branding itu akan mengikuti karakter kita,” katanya.

Regina juga mengingatkan bahwa keberhasilan tidak pernah lepas dari kegagalan.

“Tidak ada keberhasilan tanpa kegagalan. Jangan takut salah, karena pasti ada trial and error,” pungkasnya.

Lewat konsistensi dalam olahraga, keberanian mengeksplorasi akting, dan kejujuran dalam podcast, Regina Angelina Budiono membuktikan bahwa konten kreator Makassar mampu membangun identitas kuat melalui proses panjang dan penuh makna. (ted)