Konten Media Partner

Misteri Kakek Tua di Balik Tenggelamnya Mobil ke Sungai Brantas

beritajatimcomverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Misteri Kakek Tua di Balik Tenggelamnya Mobil ke Sungai Brantas
zoom-in-whitePerbesar

Sidoarjo (beritajatim.com) - Ada cerita misteri sebelum sebelum insiden mobil Kijang LGX yang dikendarai Supo (50) dan keponakannya Helmi Abdillah (8) warga Alamat Desa Gampingrowo RT 02 RW 01 Kecamatan Tarik nyemplung ke sungai Rolak Songo Milirip.

Seperti diceritakan oleh Sugianto (47) warga Desa Kedungbocok Kecamatan Tarik pemilik warung penyetan sebelah persis sisi barat sejarak 5 meter TKP mobil korban parkir menghadap ke bibir Kali Rolak 9 Mlirip Kecamatan Tarik.

Sugianto menceritakan, sekitar pukul 11.30 WIB, ada seorang kakek yang tidak dikenalnya melintas mondar mandir dengan motor jenis Honda Star di jalan dekat TKP.

Tidak lama kemudian, kakek yang berpawakan selalu menunduk itu bertanya kepada dia dan Nur Cahya (30) isterinya. "Pak Buk, disini tidak pernah ada orang yang kecebur di kali" tanya kakek yang pesan minuman kopi itu. Oleh keduanya ( Sugianto dan Nur Cahya red,) dijawab tidak ada. Terus kakek itu terdiam dan tidak bicara sama sekali," kata Sugianto didepan para awak media yang berada di warungnya Senin (18/12/2017).

Pamong Desa Kedungbocok itu melanjutkan ceritanya, kakek itu juga terlihat aneh. Saat memegang gelas dan akan menumpahkan kopi keatas lepek, tangannya terlihat seperti gemetaran.

Tapi Sugianto tak mempunyai firasat apapun. Hanya saja dia dan isterinya menilai mungkin karena usianya sudah udzur, jadi kakek itu menumpahkan kopinya dengan kondisi tangannya gemetaran.

"Saya tidak bohong, demi Tuhan saya lihat tangan si kakek gemetaran setelah tanya gak ada pernah orang kecebur sungai," imbuh Sugianto dengan terus mengenang si kakek itu.

Setelah minum kopi habis dalam waktu kisaran sekitar 10 menit, Sugianto juga menuturkan kepada si kakek, kalau waktu silam ada sepasang kekasih jatuh dan hanyut di sungai. "Pernah ada kek, tapi sebelah timur sana," kata Sugianto sambil menunjuk kearah timur jauh.

Namun kakek itu menimpali "kalau di dekat sini" tanya kakek itu sambil menunjuk samping warung. Sugianto lansung menjawab tidak ada. "Anehnya, kakek itu lansung menghabiskan kopinya dan lansung beranjak keluar menaiki motornya entah ke arah mana saya tidak lihat," Astagfirullah, ucap Sugianto.

Sekitar pukul 13.00 WIB ada insiden mobil Supo kecebur sungai usai membeli kupang dan buah. "Saya loh mas, lansung kaya tidak percaya apa yang terjadi didepan mata saya. Beneran ada orang kecebur sungai usai ada kakek menanyakan ada tidaknya orang kecebur di Kali Rolak 9 ini," tambahnya sambil melihat ke arah derasnya arus air Dam Rolak yang deras dan suaranya seperti hujan lebat itu.

Sugianto melanjutkan, saat mobil Supo tercebur Sungai Brantas itu, dirinya berteriak dan memberitahukan kepada warga untuk melakukan upaya pertolongan.

Melihat kondisi mobil korban masuk kubangan air dam yang memusar dan mengombak, dirinya bersama warga belum berani mencebur menolong."Saya berani nyebur, begitu korban lepas atau keluar dari mobil, dengan posisinya sudah keluar dari pusaran air. Helmi saat itu ditarik warga dengan dengan bantuan ban yang dilemparkan warga. Begitu sudah diatas daratan, Helmi lansung saya angkat dan saya antarkan Helmi ke RS Emma bersama Heri penjual buah naik motor," imbuhnya.

Masih kata Pak Gik, sapaan akrap Sugianto, kejadian orang kecebur Kali Rolak 9 ini di bulan yang sama. Kejadiannya tahun lalu di bulan Desember, tapi TKPnya di selatan sungai.

Ada sepasang kekasih dari Banjarsari Kec. Gedek Mojokerto berpacaran sampai waktu maghrib. Helm yang dikenakan si perempuang, jatuh dan diambil oleh cowoknya melalui tangga.

Saat berjalan ke bawah melalui tangga, cowok itu jalannya terpleset dan jatuh ke sungai. Perempuannya berteriak-teriak minta tolong ke warga sekitar. "Tapi dalam hitungan detik, tubuh cowok itu hilang masuk ke pusaran air deras dan hanyut. Bahkan informasinya jasad korban waktu itu tidak diketemukan sampai beberapa hari saat dilakukan pencarian oleh Tim Sar," jelas Sugianto.

Kini di bulan yang sama dan tepat pertengahan atau jelang akhir bulan, ada kejadian orang yang tercebur sungai bersama dengan mobilnya. Malahan korban yang belum ditemukan ini dia kenalnya sejak muda. Supo itu isterinya bekerja di Tjiwi Kimia.

"Supo sendiri orang mampu, juragan pasir, baik sama siapapun, dan sejak muda sudah lihai dalam mengemudi mobil," pungkas Sugianto dengan berdoa semoga jasad Supo lekas diketemukan. (isa/ted)