Parade Budaya Lokal Berbalut Desain Modern di Banyuwangi Ethno Carnival

Banyuwangi (beritajatim.com) - Pagelaran BEC dibuka dengan fragmen kisah Puter Kayun yang tampil secara atraktif. Fragmen mengisahkan perjuangan Mbah Buyut Jakso, leluhur Warga Boyolangu yang membuka akses wilayah melalu Pantai Watu Dodol.
Kisah inilah yang diperingati sebagai tradisi Puter Kayun, ritual tiap tanggal 10 Syawal warga desa Boyolangu menaiki delman ke Pantai Watu Dodol untuk melakukan kenduri masal di sana.
Fragmen juga semakin meriah dengan tampilnya ratusan penari Gandrung yang mengiringinya.
Parade BEC dimulai saat munculnya penampilan deretan busana megah di atas panggung utama BEC di jl. Veteran, Taman Blambangan. Sebanyak 120 busana kreasi etnik nan megah dengan tema Puter Kayun ditampilkan secara atraktif dan menawan.
Semua busana itu merepresentasikan 10 sub tema yang diangkat dari ritual 'Puter Kayun' seperti Kupat Lepet, Tapekong, Oncor-oncoran, Keris, Dokar, Buyut Jakso, dan Gedogan. Musik pengiring BEC yang rancak menambah semarak even yang masuk penyelenggaraan ke delapan kalinya ini.
“BEC konsisten selalu mengusung tema yang berakar pada tradisi lokal untuk kita perkenalkan ke publik global. Semoga dengan strategi budaya ini kita bisa menghargai produk budaya Nusantara yang sangat beragam untuk saling bersanding dengan budaya global,” ujar Bupati Abdullah Azwar Anas, Senin (30/7/2018)
Kostum yang dibawakan menjadi representasi kekayaan nature dan culture milik The Sun Rise of Java. Detailnya terlihat unik. Kaya warna. Artistik. Nuansa Banyuwanginya jangan ditanya lagi. Ukiran, bentuk, desain, sampai warna, semua representasi dari tema ‘Puter Kayun’.
BEC kali ini juga begitu istimewa, tidak hanya mendapatkan pengalaman menyenangkan menyaksikan busana yang menawan, para penonton juga diajak mengeksplorasi filosofi dari masing masing tema tersebut.
Karena tahun ini, terdapat 10 panggung tematik sebagai perform spot di setiap tema. Selain menghadirkan kesenian dan budaya lokal, panggung ini juga menjadi perform spot para talent BEC. Tak ayal di titik ini menjadi spot selfie favorit yang dijubeli para penunjung. (rin/kun)
