kumparan
18 Sep 2019 10:33 WIB

Remaja 17 Tahun Peras 10 Wanita dengan Ancaman Sebar Foto Bugil

Ngawi (beritajatim.com) – Seorang remaja berusia 17 tahun berinisial AB ditangkap personel Kepolisian Resor Ngawi di rumahnya di wilayah Bojonegoro. Ia diketahui melakukan tindak penipuan dan pemerasan di media sosial (medsos).
ADVERTISEMENT
Korbannya adalah para wanita di Ngawi. Modus pelaku meminta para wanita ini untuk mengirimkan foto syur atau bugil mereka kepada pelaku.
“Yang mengejutkan pelaku ternyata masih di bawah umur. Pelaku AB lulusan SMP dan tidak melanjutkan SMA,” kata Kapolres Ngawi, AKBP Pranatal Hutajulu, Rabu (18/9/2019).
Awalnya pelaku menggunakan akun wanita mengiming-imingi korban dengan cara menawarkan pekerjaan bergaji Rp 4-5 juta per bulan. Salah satu syarat seleksinya, korban harus mengirim foto bugil.
“Kasus ini terungkap setelah adanya foto bugil yang viral di medsos. Salah satu pemeran foto itu melapor bahwa mereka merupakan korban pemerasan,” kata Natal.
Setelah para korban mengirim foto bugil tersebut, keesokan harinya, AB menghubungi lagi. Bukannya kabar gembira akan mendapatkan pekerjaan, para korban justru diancam foto syur mereka akan disebar ke medsos jika tidak mentransfer uang sebesar Rp 25 juta.
ADVERTISEMENT
“Karena takut dan malu kalau nanti fotonya disebar, korban ada yang mentransfer sejumlah uang,” katanya.
Natal menyebut, sementara ini ada 10 wanita yang menjadi korban AB. Tidak menutup kemungkinan jumlah korban bisa bertambah.
Aksi pemerasan itu dilakukan dari Juli hingga September 2019. Kepada polisi, AB mengaku berhasil meraup uang sekitar Rp 10 juta. Namun dalam penangkapan, petugas hanya berhasil menyita barang bukti sebesar Rp 5 juta. Sebab sebagian uang itu sudah digunakan AB untuk berfoya-foya.
Natal mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam berkomunikasi di medsos. Karena bukan tidak mungkin, banyak sekali orang yang berniat jahat menggunakan media tersebut. Mulai dari penyebaran berita bohong atau hoaks, penipuan, dan kejahatan lainnya.
ADVERTISEMENT
“Bijaklah dalam bermedsos, jangan mudah percaya dan bersikap kritis supaya tidak menjadi korban kejahatan di media sosial,” pungkasnya. [end/suf]
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan