Konten Media Partner

Sarah, Pesilat Peraih Emas Asian Games, Dapat Beasiswa dari Kampusnya

beritajatimcomverified-green

clock
google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sarah, Pesilat Peraih Emas Asian Games, Dapat Beasiswa dari Kampusnya
zoom-in-whitePerbesar

Surabaya (beritajatim.com) - Sarah Tria Monita, pesilat Indonesia yang meraih medali emas di Asian Games 2018, sedang menempuh tugas akhir sebagai mahasiswa jurusan Manajemen di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIE) Urip Sumoharjo Surabaya.

Atas prestasinya di Asian Games 2018 itu, pihak STIE Urip Sumoharjo Surabaya memberi beasiswa kepadanya.

"Beasiswa yang diberikan, yakni seluruh biaya dari awal hingga akhir kuliah digratiskan atau beasiswa 100 persen bagi Sarah. Sesungguhnya yang dilakukan Sarah ini adalah prestasi yang harus diakui, maka ada rekognisinya," kata Pembina Yayasan Urip Sumoharjo, Ahmad Harianto, saat penyambutan Sarah di Surabaya, Selasa (4/9).

"Aturan di perguruan tinggi ada rekognisi dari pencapaian-pencapaian mahasiswa berupa penghargaan atau catatan yang bisa di-SKS-kan."

Selain itu, STIE Urip Sumoharjo Surabaya juga akan memberikan voucher kuliah senilai Rp 75 juta kepada mahasiswa semester akhir itu. Voucher itu nantinya untuk dipakai adik-adik Sarah memilih dua kampus binaan Yayasan Urip Sumoharjo, yaitu STIE Urip Sumoharjo Surabaya atau Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Surabaya.

"Angkanya tidak besar memang, tapi semoga bermanfaat bagi adik atau keluarga Sarah. Ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap prestasi mahasiswa," ujar Ahmad.

embed from external kumparan

Sarah sendiri mengaku telah mendapatkan bonus dari Presiden Jokowi dan beberapa bonus lainnya. "Bonus yang lain akan dipakai untuk zakat dan berangkatkan haji orang tua dan mertua," kata Sarah.

Selain itu, Sarah juga akan mengambil kesempatan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ditawarkan pemerintah bagi peraih medali emas, selain bonus uang Rp 1,5 miliar. Kesempatan itu dia ambil karena, menurutnya, saat ini sangat sulit untuk menjadi PNS. [adg/kun]