Konten Media Partner

Dua Sesar Aktif di Surabaya Berpotensi Timbulkan Gempa hingga 6,5 M

beritajatimcomverified-green

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dua Sesar Aktif di Surabaya Berpotensi Timbulkan Gempa hingga 6,5 M
zoom-in-whitePerbesar

Surabaya (beritajatim.com) - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, pada Kamis dini hari (11/10). Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana, guncangan gempa tersebut bahkan terasa di seluruh wilayah Jawa Timur.

Pakar Kebumian dan Bencana di Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, Amien Widodo, mengatakan terdapat dua patahan aktif yang berada di Surabaya. Kondisi itu membuat Surabaya berpotensi diguncang gempa hingga 6,5 magnitudo dan mengalami likuifaksi seperti yang terjadi di Palu, Sulawesi Tengah.

Namun, berdasarkan riset Amien dan timnya, masyarakat Surabaya belum memiliki kepedulian tinggi atas potensi bahaya tersebut.

"Orang Surabaya masih cuek terhadap bahaya gempa. Itu kita ketahui setelah melakukan survei yang baru kita lakukan," kata Amien, Kamis (11/10).

Dia mengatakan, semestinya masyarakat lebih peduli terhadap ancaman bencana itu. Sehingga masyarakat dapat lebih siap ketika suatu waktu terjadi bencana yang tidak bisa diprediksi sebelumnya.

"Pemkot Surabaya perlu lebih menyiapkan masyarakat dalam menghadapi bencana gempa," ujarnya. "Patahan ini adalah Sesar Surabaya dan Sesar Waru. Keduanya ini berpotensi untuk menimbulkan gempa besar, sampai dengan angka 6,5 magnitudo."

Ilustrasi Gempa Bumi (Foto: Shutterstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Gempa Bumi (Foto: Shutterstock)

Amien menjelaskan, potensi likuifaksi di Surabaya bila terjadi gempa besar dapat dilihat dari beberapa bukti. "Salah satu buktinya bisa dilihat dari retaknya Jalan Mayjen Sungkono, padahal itu jalan beton. Tapi tentu fenomena ini masih kita kaji lebih lanjut," ungkapnya.

Penelitian tentang potensi gempa bumi dan likuifaksi di Surabaya, kata dia, memang masih terus dilakukan. Termasuk melakukan sejumlah tes untuk menguji dugaan-dugaan.

"Tes pengeboran akan kami lakukan di beberapa tempat di Surabaya untuk melakukan uji terkait bahaya gempa tersebut," kata Amien.

embed from external kumparan