Tingkat Konsumsi Ikan Warga Jatim 34 Kg/Kapita/Tahun

Surabaya (beritajatim.com)--Pemprov Jatim juga akan membangun SMK khusus perikanan dan kelautan di daerah yang berbatasan dengan laut.
“Nanti akan ada SMK yang khusus mengolah ikan agar memiliki nilai tambah dan bisa diterima pasar internasional, kemudian juga ada SMK yang terkait dengan kelautan, jadi lulusannya bisa mengerti teknologi kelautan, jika ada perahu rusak juga bisa memperbaiki," ujar Gubernur Jatim, Dr H Soekarwo di Surabaya, Jumat (4/5/2018) malam.
Pakde Karwo optimis konsep asli Jatim tersebut akan sukses dan bisa meningkatkan kesejahteraan petani maupun nelayan.
“Ini konsep genuine sekali, asli khas Jawa Timur-an, meningkatkan kemakmuran nelayan, mengolah hasil tangkapannya agar mempunyai nilai tambah," tambah Pakde Karwo.
Sementara itu, Dra. Hj. Nina Kirana Soekarwo mengatakan, tingkat konsumsi ikan di Jatim mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Jika dulu hanya mencapai 16 kg/kapita/tahun, namun saat ini sudah mencapai 34 kg/kapita/tahun.
“Ini progress yang cukup besar, kami bersama TP PKK mengajak seluruh ketua TP PKK kabupaten/kota untuk membentuk FORIKAN, dan berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengkonsumsi ikan. Ini tidak mudah, sebab ada mitos jika makan ikan itu nanti cacingan, padahal sebaliknya, ikan sangat bergizi” katanya.
Bude Karwo, sapaan akrabnya menambahkan, mengkonsumsi ikan membantu meningkatkan kecerdasan dan berguna bagi tumbuh kembang anak, khususnya balita.
Karena itu, dalam berbagai kesempatan, pihaknya tak pernah lelah untuk mengingatkan masyarakat tentang pentingnya mengkonsumsi ikan.
“Setiap tahun kami mengadakan lomba kreasi masakan ikan, serta melibatkan chef terkenal. Ini merupakan salah satu upaya untuk melahirkan inovasi dan kreasi tentang olahan ikan, jadi tidak monoton hanya digoreng saja. Salah satu inovasi itu adalah membuat makanan ikan untuk anak-anak dengan bentuk tokoh kartun, jadi mereka tertarik untuk memakannya," tambah Bude Karwo.
Dalam laporannya, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Jatim, Heru Tjahjono mengatakan, event ini diikuti oleh 40 stand pameran dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kab/Kota se-Jatim dan para pelaku usaha perikanan, antara lain, produk perikanan dan budidaya ikan hias dan aquascape.
“Event ini merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 4-6 Mei 2018,” ujarnya.
Kegiatan juga dimeriahkan oleh berbagai kegiatan, seperti lomba kreasi masakan berbahan baku ikan nila, demo masak oleh master cheft, band performance Orange Band dan Famequistik, sosialisai perijinan usaha, pengolahan dan pemasaran, bimtek pengembangan produk bernilai tambah.
Lomba kreasi masakan berbahan baku ikan nila, diikuti oleh pelajar tingkat SMA dan mahasiswa di seluruh Jatim, dengan pemenang diberikan trophy dan uang pembinaan. Rinciannya, juara I mendapat Rp6 Juta, juara II menerima Rp5 Juta, juara III menerima Rp4 Juta, juara Harapan I menerima Rp3 juta, dan Juara Harapan II Rp2,5 juta.
“Tujuan diselenggarakannya acara ini adalah untuk mempromosikan produk-produk perikanan dan kelautan sekaligus membukan akses pasar secara lebih luas kepada para pelaku usaha yang bergerak di bidang Kelautan dan Perikanan,” jelasnya.
Melalui acara ini, lanjut Heru, diharapkan masyarakat lebih paham ragam produk perikanan sehingga dapat lebih menerima ikan sebagai komoditas pangan yang sehat dan bernilai tambah.
Event ini juga sebagai wujud kreativitas masyarakat Jatim dalam rangka meningkatkan konsumsi ikan dan diversifikasi produk olahan berbahan baku ikan. [air]
